TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari mengevakuasi seekor ular kobra dari permukiman warga di Kecamatan Puuwatu, Kamis (2/4/2026) siang.
Kejadian ini memperpanjang deretan kasus konflik satwa liar di kawasan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Laporan bermula dari Inal Ahmad, warga BTN Green Dirland, Kelurahan Watulondo, yang mendapati reptil berbisa tersebut bersembunyi di sela tumpukan barang di rumahnya sekira pukul 12.12 Wita.
Hanya dalam waktu dua menit setelah laporan masuk, Tim Penyelamatan Peleton 1 bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 12.28 Wita.
"Kami langsung mengerahkan satu unit penyelamatan," ujar Komandan Regu Penyelamatan Damkar Kendari, Muhammad Sumarjan.
Baca juga: Viral Ular Piton Besar Mangsa Anak Sapi Milik Warga Parigi Muna Sulawesi Tenggara
"Petugas menggunakan alat penjepit (snake tong) dan APD lengkap untuk memastikan evakuasi berjalan aman tanpa melukai satwa maupun petugas," jelasnya.
Muhammad Sumarjan menambahkan tidak ada korban luka dalam operasi penyelamatan ini.
Nantinya ular kobra dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Kecamatan Puuwatu, yang secara geografis berbatasan dengan kawasan perbukitan dan hutan sekunder, memang menjadi salah satu wilayah di Kendari yang rawan terhadap kemunculan satwa liar.
Baca juga: Ular Piton 7 Meter Muncul di Kawasan Perumahan Lipu Baubau, Warga Pilih Foto Bersama
Berdasarkan data frekuensi kejadian, wilayah seperti Puuwatu, Kambu, dan Baruga sering melaporkan keberadaan ular dan tawon vespa, karena letaknya yang bersinggungan langsung dengan habitat asli satwa.
Jarak Kelurahan Watulondo dengan Kantor Dinas Damkarmat Kendari sekira 5,6 kilometer (km), waktu tempuh 12 menit berkendara motor atau mobil. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)