Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari melayat ke rumah duka almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Kamis (2/4/2026) sore.
Abdulfattah datang untuk menyampaikan secara langsung rasa simpati dan belasungkawa terhadap gugurnya Kapten Zulmi dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan.
"Kami menyampaikan takziah atas nama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Bangsa Palestina, memberikan dukungan kepada seluruh keluarga besar almarhum," kata Abdulfattah di rumah duka.
Baca juga: Gugur di Lebanon, Jenazah Kapten Inf Zulmi Asal Cimahi Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Akhir Pekan Ini
Abdulfattah mengungkapkan, Kapten Zulmi telah melaksanakan tugas mulia dalam sebuah misi perdamaian. Menurutnya, lokasi gugurnya Kapten Zulmi berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Palestina.
"Sebuah kehormatan karena almarhum wafat di perbatasan Palestina dan di tempat yang sama tentara Zionis membantai warga Palestina. InsyaAllah almarhum syahid," ujarnya.
Abdulfattah menambahkan, masjid-masjid di Palestina akan menggelar salat gaib sebagai bentuk simpati dan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian.
"Dan insyaallah besok, di masjid-masjid akan dilangsungkan salat gaib," tandasnya.
Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar bersama Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden maut pada Senin (30/3/2026).
Saat itu, keduanya tergabung dalam Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang sedang melaksanakan tugas pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Insiden terjadi saat tim bergerak dari Mako Sektor Timur UNIFIL (UNP 7-2) menuju Mako Satgas Yonmek TNI di UNP 7-1.
Sementara itu, Praka Farizal Rhomadhon telah lebih dulu gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat ledakan proyektil artileri di Lebanon Selatan.
Baca juga: Harapan Karir Cemerlang Lulusan Akmil Pupus, Kapten Zulmi Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Insiden yang merenggut nyawa Kapten Zulmi dan rekan-rekannya ini memicu kecaman keras dari dunia internasional.
Pemerintah Indonesia, Sekretaris Jenderal PBB, hingga markas besar UNIFIL telah menyatakan kutukan atas serangan yang mengenai pasukan perdamaian.
Saat ini, pihak UNIFIL tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut di tengah perang terbuka antara militer Israel dan Hizbullah yang pecah sejak awal Maret 2026.
Kepergian Kapten Zulmi meninggalkan duka mendalam bagi warga Cimahi dan keluarga besar TNI, mengingat dedikasinya yang tinggi dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.(*)