Empat Tokoh Budaya Tanah Gayo Ini jadi Pemeran Pertunjukan Sengkewe Sepanjang Musim
Mawaddatul Husna April 02, 2026 10:54 PM

TribunGayo.com, TAKENGON - Pertunjukan “Sengkewe Sepanjang Musim” yang diselenggarakan Komunitas Desember Kopi Gayo akan digelar di Taman Inen Mayak Teri, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (4/4/2026).

Dalam pertunjukan itu menghadirkan empat tokoh budaya Tanah Gayo sebagai pemeran dalam struktur dramatik Teater Puisi Tanah Gayo yaitu Salman Yoga, Yus Oloh Guwel, Azzam Pegayon dan Win Gemade. 

Keempatnya memerankan figur petani kopi Gayo yang menghadapi perubahan alam, tekanan sosial-ekonomi, serta dampak bencana hidrometeorologi sebuah refleksi pengalaman nyata masyarakat dataran tinggi Gayo. 

Salman Yoga dikenal sebagai akademisi, sastrawan, pemerhati sejarah dan budaya Gayo, serta pimpinan The Gayo Institute.

Ia menulis sejak 1989 dalam berbagai genre sastra puisi, cerpen, novel, drama, dan esai yang dipublikasikan di media nasional maupun internasional serta termuat dalam lebih dari 270 buku antologi bersama.

Selain aktif sebagai kurator dan editor buku, Salman Yoga juga terlibat sebagai transliterator skenario dan coach bahasa dalam film Black Coffee (2025).

Karya-karyanya seperti Sajak-Sajak Rindu, Novel Tungku, White Orchids Gayo Soil, hingga Kelising – Empat Lakon Drama memperlihatkan konsistensinya merawat narasi budaya Gayo melalui sastra.

Ia juga menerima Anugerah Setyalencana Budaya Sarakata (2007) serta menjadi nomine Anugerah Sastra Nasional Kemenristek RI (2026). 

Dalam pertunjukan ini, Salman Yoga menghadirkan dimensi reflektif dan konseptual tentang relasi manusia, kopi, dan ingatan kolektif Tanah Gayo.

Yus Oloh Guwel merupakan seniman tradisi yang dikenal kuat dalam ekspresi artistik berbasis pengalaman masyarakat kampung dan lanskap kebun kopi.

Ia kerap terlibat dalam kerja-kerja kebudayaan berbasis komunitas yang mengangkat tema adat, lingkungan, dan kehidupan agraris.

Dalam pementasan Sengkewe Sepanjang Musim, Yus Oloh Guwel menghadirkan karakter petani kopi sebagai simbol ketahanan masyarakat menghadapi perubahan musim, bencana, dan dinamika sosial di dataran tinggi Gayo.

Azzam Pegayon adalah penggerak kebudayaan dan pendidikan masyarakat di kawasan Pegayon, wilayah perbatasan Aceh Tengah–Bener Meriah–Aceh Utara.

Ia aktif mengembangkan kegiatan seni, pendidikan komunitas, serta pemberdayaan perempuan melalui jaringan Kem Pegayon.

Keterlibatannya juga terlihat dalam penguatan kelompok Donang Banan Seni Antara serta aktivitas edukasi kopi berbasis masyarakat.

Azzam Tampil Sebagai Generasi Muda Petani Kopi

Dalam pertunjukan ini, Azzam tampil sebagai representasi generasi muda petani kopi yang menjaga tradisi sekaligus membuka ruang pembelajaran budaya di wilayah perbatasan Tanah Gayo.

Win Gemade dikenal sebagai pekerja seni lintas media yang aktif dalam produksi visual, pertunjukan, dan dokumentasi kebudayaan Gayo.

Ia memimpin tim produksi film dokumenter “Perempuan Kopi Uni Inen Iko”, salah satu karya penting dalam rangkaian kegiatan Sengkewe Sepanjang Musim yang merekam peran perempuan Gayo dalam mata rantai kopi mulai dari kebun hingga proses sortir. 

Dalam pertunjukan ini, Win Gemade tampil sebagai bagian dari representasi petani kopi yang menghadapi perubahan lanskap sosial dan ekologis Tanah Gayo.

Kehadirannya memperkuat jembatan antara kerja dokumentasi budaya dan ekspresi artistik di atas panggung.

Keempat tokoh ini hadir bukan sekadar sebagai pemeran, melainkan sebagai representasi pengalaman sosial masyarakat Gayo sendiri petani, seniman, akademisi, dokumentaris, dan penggerak komunitas yang menyuarakan ketahanan, ingatan, dan harapan melalui panggung budaya Sengkewe Sepanjang Musim. (***Fikar W Eda***) 

Baca juga: Tiga Seniman Gayo Perkuat Tim Artistik Pertunjukan Sengkewe Sepanjang Musim

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.