Siswa Tak Lagi Terima MBG di Hari Libur Sekolah, Hemat Anggaran hingga Rp 20 Triliun/Tahun
Mawaddatul Husna April 03, 2026 12:50 AM

TRIBUNGAYO.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas jumlah frekuensinya.

Siswa sekolah hanya menerima MBG lima hari dalam sepekan.

Kebijakan inipun ditaksir menghemat anggaran sampai Rp 20 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan penghematan dihitung untuk periode April hingga Desember 2026. 

“Ya, kita prediksi kurang lebih Rp 20 triliun per tahun,” ujar Dadan usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pemangkasan dilakukan pada hari libur sekolah. Siswa tidak lagi menerima MBG saat tidak masuk sekolah. 

Pemerintah menegaskan kualitas makanan tidak berubah.

Dadan menyebut distribusi tetap mengikuti kehadiran penerima manfaat. 

Sekolah dengan lima hari belajar menerima lima kali, sedangkan sekolah dengan enam hari tetap menerima enam kali.

“Untuk anak sekolah, untuk yang lima hari sekolah kita berikan lima hari, untuk yang enam hari kita berikan enam hari,” kata dia. 

Tidak Berlaku Merata

Namun kebijakan ini tidak berlaku merata. 

BGN tetap menyalurkan MBG enam hari dalam sepekan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi. 

Wilayah tersebut antara lain berada di Nusa Tenggara Timur, Papua, serta sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

“Di daerah-daerah 3T, kemudian juga daerah-daerah seperti NTT, Papua itu pasti tetap akan enam hari,” ujar Dadan.

BGN juga memastikan tidak ada perubahan pada gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meski frekuensi distribusi di beberapa wilayah dikurangi. 

“Tidak, tetap. Kan selama ini juga segitu,” kata dia.

Kebijakan ini muncul ditengah upaya pemerintah menekan beban anggaran akibat tekanan global, termasuk konflik di Asia Barat. (*)

Baca juga: Mobil MBG Nekat Terobos dan Terjebak di Tengah Sungai Pining Gayo Lues, Nyaris Hanyut

Baca juga: 39 Dapur MBG Beroperasi di Aceh Tenggara, 20 Tak Kantongi Rekomendasi SLHS Dinkes

Baca juga: 140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas dan RSUD

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.