Cara Cek NIK KTP Terdaftar Bansos Bulan April 2026 atau Tidak, Lansia Dapat Rp600 Ribu
Rheina Sukmawati April 02, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Terdapat cara mengecek apakah Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) periode April 2026 atau tidak.

Bansos merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat dengan ekonomi rentan atau kurang mampu melalui penyaluran beragam bantuan.

Wujud bantuan yang disalurkan cukup variatif, mulai dari uang tunai, kebutuhan pangan, jaminan kesehatan, hingga dukungan dana pendidikan.

Memasuki April 2026, bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai memasuki penyaluran tahap kedua.

Di samping itu, bansos berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter yang awalnya dijadwalkan berakhir pada Maret, kini resmi diperpanjang hingga April 2026.

Lantas, bagaimana cara mengecek penerima bansos bulan April 2026?

Perlu diperhatikan bahwa target bansos adalah masyarakat yang tergolong dalam kelompok desil rendah pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sejak tahun lalu, pemerintah secara resmi menggunakan DTSEN sebagai basis rujukan utama dalam menyalurkan bantuan, menggantikan peran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Oleh karena itu, agar bisa menjadi pnerima bansos, warga harus memastikan NIK KTP mereka telah terdaftar secara sah di dalam sistem DTSEN.

PENERIMA BANSOS - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sosial (bansos) dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Besar, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/5/2024).
PENERIMA BANSOS - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sosial (bansos) dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Besar, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/5/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Baca juga: 5 Bansos Cair Bulan April 2026 Termasuk PKH BPNT Tahap 2, Cek Penerimanya

Berikut adalah cara mengecek apakah NIK KTP terdaftar sebagai penerima bansos April 2026:

1. Cek Bansos Kemensos via situs cekbansos.kemensos.go.id 2025

  • Buka link: https://cekbansos.kemensos.go.id.
  • Pilih data wilayah: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan.
  • Masukkan nama sesuai KTP Isi kode captcha yang muncul.
  • Klik “Cari Data”.
  • Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan, dan periode pencairan.

2. Cek Bansos Kemensos via aplikasi Cek Bansos

  • Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
  • Login atau daftar akun Pilih menu “Cek Bansos”.
  • Masukkan data sesuai KTP.
  • Jawab pertanyaan verifikasi.
  • Klik “Cari Data”.
  • Jika nama Anda muncul sebagai penerima, sistem menampilkan nama lengkap, usia, jenis bantuan, status penerimaan, dan periode pencairan.

3. Cara Cek Penerima PIP

  • Buka laman https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1.
  • Cari kotak bertuliskan 'Cari Penerima PIP'.
  • Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom yang tersedia.
  • Tulis jawaban dari pertanyaan perhitungan matematika pengamanan situs.
  • Klik tombol 'Cek Penerima PIP'. Sistem akan memunculkan status penerima secara otomatis.

Bansos Cair Bulan April 2026

Berikut daftar bansos cair bulan April 2026 selengkapnya.

1. PKH

PKH adalah bantuan berupa uang tunai yang diberikan untuk beberapa kategori dengan distribusi empat tahap dalam satu tahun.

Pada bulan April ini, PKH memasuki pencarian tahap kedua yang akan berlangsung sampai dengan Juni 2026.

Berikut adalah besaran bantuan PKH per kategori:

  • Kategori Ibu Hamil/Nifas
    Rp750.000/tahap atau Rp3.000.000/tahun
  • Kategori Anak Usia Dini 0 s.d. 6 Tahun
    Rp750.000/tahap atau Rp3.000.000/tahun
  • Kategori Pendidikan Anak SD/Sederajat
    Rp225.000/tahap atau Rp900.000/tahun
  • Kategori Pendidikan Anak SMP/Sederajat
    Rp375.000/tahap atau Rp1.500.000/tahun
  • Kategori Pendidikan Anak SMA/Sederajat
    Rp500.000/tahap atau Rp2.000.000/tahun
  • Kategori Penyandang Disabilitas berat
    Rp600.000/tahap atau Rp2.400.000/tahun
  • Kategori Lanjut Usia
    Rp600.000/tahap atau Rp2.400.000/tahun
  • Kategori Korban Pelanggaran HAM Berat
    Rp2.700.000/tahap atau Rp10.800.000/tahun.

2. BPNT

BPNT adalah bantuan untuk kebutuhan pangan senilai Rp200.000 per bulan. Di beberapa wilayah, BPNT didistribusikan bersamaan dengan PKH.

3. Beras 10 Kg + Minyak Goreng 2 L

Pemerintah memperpanjang periode penyaluran bantuan beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter hingga April 2026.

Sebelumnya, bansos ini merupakan bagian dari program stimulus ekonomi kuartal I-2026 dengan target 33,2 juta masyarakat berpenghasilan rendah.

Berdasarkan siaran pers Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran bansos beras dan minyak telah menyentuh 382.529 penerima di 24 provinsi per 25 Maret 2026.

Baca juga: 2 Cara Mudah Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Bulan April 2026

Pemerintah dipastikan bakal terus memacu Perum Bulog guna mengakselerasi distribusi bantuan beras dan minyak goreng.

Perpanjangan program yang ditetapkan hingga April mendatang diharapkan mampu menyokong percepatan realisasi dari salah satu instrumen bantuan ekonomi ini.

4. PBI JK

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) adalah bansos untuk masyarakat rentan ekonomi yang iuran bulanan BPJS Kesehatan-nya dibayarkan oleh pemerintah

Pemerintah menanggung iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per bulan untuk warga yang berada di desil bawah DTSEN.

5. PIP

Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan uang tunai untuk pendidikan sebagai upaya perluasan akses dan kesempatan belajar pada siswa maupun mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Baca juga: Siap-siap Bansos PKH dan BPNT Masuk Tahap 2 Bulan April 2026, Cek NIK KTP Terdaftar atau Tidak

Bulan April ini, PIP memasuki bulan ketiga pada periode pencairan termin pertama yang telah berlangsung sejak Februari.

Berikut rincian besaran bantuan untuk beberapa jenjang pendidikan:

Siswa SD
• Rp450.000 per tahun
• Rp225.000 untuk siswa baru dan kelas akhir

Siswa SMP
• Rp750.000 per tahun
• Rp375.000 untuk siswa baru dan kelas akhir

Siswa SMA atau sederajat
• Rp1.800.000 per tahun
• Rp 500.000-Rp 900.000 untuk siswa baru dan kelas akhir

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.