TRIBUNGAYO.COM - Sebuah jembatan darurat di jalan lintas Aceh Timur menuju Gayo Lues rusak parah.
Jembatan daurat itu selama ini dibangun menggunakan papan dan warga berharap dibangun jembatab bailey.
Jembatan darurat tersebut berada di Kecamatan Serba Jadi Aceh Timur yang dibangun pascabanjir besar melanda Aceh pada November 2025 lalu.
Melansir Serambinews.com, jembatan itu menghubungkan Lokop dan Tualang di jalur lintas Aceh Timur dan Gayo Lues.
Kejadian ini semakin memperparah kondisi aksesibilitas warga yang sejak beberapa waktu terakhir sudah terganggu akibat bencana banjir sebelumnya.
Kepala Desa Lokop, Eje Wien, pada Kamis (2/4/2026), membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa meskipun banjir susulan kali ini tidak sampai merendam rumah warga seperti kejadian sebelumnya.
Namun, derasnya arus air kembali merusak jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses penghubung antarkecamatan dan antardesa di wilayah itu.
"Memang banjir langsung surut, tidak sampai seperti kemarin. Tetapi jembatan penghubung yang dibuat secara darurat rusak lagi, jadi warga kesusahan melintas," ungkap Eje Wien.
Rusaknya jembatan darurat tersebut berdampak langsung pada mobilitas ribuan warga di Kecamatan Serbajadi.
Akses yang terputus menyulitkan masyarakat untuk melintas antarkecamatan maupun antardesa, sehingga berbagai aktivitas sehari-hari menjadi terhambat mulai dari kegiatan ekonomi, distribusi bahan pokok, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Kondisi ini dinilai kian mengkhawatirkan, mengingat jembatan darurat yang dibangun sebagai solusi sementara terbukti tidak mampu menahan tekanan banjir susulan secara berulang.
Menyikapi situasi yang terus berulang kebutuhan akan pemasangan, jembatan Bailey dinilai sudah sangat mendesak.
Jembatan Bailey yang merupakan jenis jembatan rangka baja portabel dan kokoh terbukti mampu bertahan menghadapi kondisi arus deras dan banjir, serta dapat dipasang dalam waktu relatif singkat sebagai solusi darurat yang lebih permanen.
"Tanpa jembatan yang lebih kuat dan andal, warga Kecamatan Serbajadi akan terus terjebak dalam kondisi setiap kali banjir susulan terjadi. Hal ini tidak hanya menghambat roda perekonomian lokal, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga yang memaksakan diri menyeberang dalam kondisi arus berbahaya," tuturnya.
Warga di sana berharap pihak terkait baik pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun instansi provinsi dan pusat dapat segera mengambil langkah nyata dengan memprioritaskan pengadaan dan pemasangan jembatan Bailey di lokasi tersebut.
"Hal ini demi memulihkan kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat Kecamatan Serbajadi secepat mungkin," ungkapnya.(*)
Baca juga: Warga Aceh Dihapus dari Peserta JKA Capai 823.914 Jiwa, Masuk Kategori Kaya, Begini Penjelasan Wagub