TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Biaya lokal jemaah calon haji Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang terjadi.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah konflik yang melibatkan Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
Serangan militer yang terjadi memicu aksi balasan berupa serangan rudal dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.
Situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap jalur penerbangan internasional serta keamanan perjalanan ibadah haji.
Namun Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana dan kondisi keamanan di Arab Saudi tetap terjaga.
Baca juga: JCH Kendari Diminta Jaga Kesehatan Fisik dan Mental, Cuaca di Tanah Suci Diprediksi Capai 40 Derajat
Plt Kepala Kemenhaj Kendari, H Sunardin, mengatakan biaya penerbangan lokal tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp1.950.000.
Jika ditambah dengan sejumlah kebutuhan lokal lainnya, total biaya yang harus dibayar jemaah mencapai sekitar Rp3,6 juta.
“Alhamdulillah untuk tahun ini tidak ada kenaikan biaya untuk ke Embarkassi Makassar. Nilainya masih sama seperti tahun lalu, Rp1.950.000. Jika ditambah dengan biaya lokal lainnya, totalnya sekitar Rp3,6 juta per jemaah,” jelas Sunardin, Kamis (2/4/2026).
Menurut Sunardin, pihaknya telah menekan berbagai komponen pembiayaan agar tidak memberatkan jemaah calon haji.
Besaran biaya tersebut masih cukup representatif dan terjangkau bagi masyarakat ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca juga: 545 Jemaah Calon Haji Kendari Sultra Jalani Manasik, Kloter 32 Dijadwalkan Berangkat 12 Mei 2026
Selain itu, pihaknya juga telah memperoleh informasi terkait hotel di Arab Saudi untuk jemaah calon haji asal Kendari yang tergabung dalam Kloter 32.
Jemaah dari Kloter 32 ini, kata Sunardin, akan menempati hotel yang berada di Sektor 4.
Lokasi tersebut aman dan tidak termasuk area yang direkomendasikan DPR untuk dihindari.
“Lokasi hotel tersebut relatif dekat dengan Jamarat dengan jarak sekitar empat kilometer (km),” tuturnya.
Untuk transportasi udara, jemaah calon haji asal Kendari akan menggunakan maskapai Lion Air.
Baca juga: Sulawesi Tenggara Dapat Kuota Haji Tambahan 15 Jemaah, Berangkat ke Arab Saudi Mulai 14 Mei 2026
Karena hanya maskapai tersebut yang mampu menampung lebih dari 500 penumpang dalam satu kali penerbangan per hari.
Sunardin pun mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan. Kegiatan yang tidak terlalu penting sebaiknya dibatasi. Selain itu, jemaah juga diminta rutin memantau informasi melalui WhatsApp,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)