Ramai Polemik Toko Kue Gambang: Tidak Ada Penjebolan Tembok dan Bukan Milik Anak Wali Kota Semarang
muh radlis April 02, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Polemik dugaan rencana penjebolan tembok di kawasan Pasar Johar Utara memicu kegaduhan di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut pembongkaran dilakukan demi perluasan toko kue gambang, bahkan dikaitkan dengan isu kepemilikan oleh anak Wali Kota Semarang.

Kabar soal dugaan penjebolan tembok kawasan Pasar Johar Utara, Aldin Meidito, owner Toko Kue Gambang, menegaskan satu hal tidak pernah ada permintaan pembongkaran dari pihaknya.

“Jujur, kami tidak pernah diajak diskusi soal itu.

Dari kami juga tidak ada permintaan untuk dibongkar,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Bagi Aldin, kondisi lalu lintas pengunjung di sekitar tokonya saat ini sudah cukup.

Ia justru khawatir jika pembongkaran dilakukan, situasi bisa menjadi tidak terkendali.

“Kalau dibongkar malah takutnya jadi makin chaos,” katanya.

Isu yang viral di media sosial sebelumnya menyebut adanya rencana penjebolan tembok demi mempermudah akses ke toko tersebut.

Narasi itu bahkan melebar hingga menuding usaha tersebut milik anak Wali Kota Semarang, sehingga penjebolan tembok terjadi.

Baca juga: Viral Sosok Vicky dan Feronika Pasutri di Rembang Menikah Bermahar Sepasang Bibit Pohon Mangga

Aldin membantah tudingan tersebut.

Ia menjelaskan, dirinya adalah pihak yang mengelola usaha, dibantu tim dan partner di bagian produksi.

Sementara sosok yang dikaitkan sebagai anak wali kota, menurutnya, hanya membantu dalam proses awal.

“Tidak ada kepemilikan (anak walikota).

Kami berdiskusi karena teman sekolah saya, karena saya harus mencari tahu gimana cara mencari perizinan harus ke dinas apa saja,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh proses usaha dijalankan sesuai prosedur.

Perizinan, termasuk terkait cagar budaya, telah diurus sejak September tahun lalu dan baru rampung sekitar Maret 2026.

“Prosesnya hampir enam bulan. Semua kami tempuh sesuai aturan,” imbuhnya.

Terkait isu perombakan pada bagian bangunan, Aldin juga memastikan pihaknya berhati-hati agar tidak merusak struktur cagar budaya.

“Kami lapisi dulu sebelum dipaku. Untuk paku saja kami hati-hati, apalagi kalau sampai membongkar pagar, itu tidak mungkin,” tegasnya.

Tak Ada Penjebolan Pagar Johar, Hanya Dirapihkan

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno, turut membantah adanya rencana pembongkaran tembok.

Aniceto juga memastikan seluruh aktivitas usaha, termasuk kehadiran toko kue gambang, telah melalui prosedur perizinan yang berlaku dan tidak melanggar aturan cagar budaya.

Ia menjelaskan, kondisi undakan di lokasi dinilai terlalu tinggi sehingga perlu disesuaikan dengan trotoar agar akses lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.

“Tidak ada pembongkaran (tembok). Yang ada hanya perataan trap atau undakan supaya lebih ramah untuk pengunjung, kalau itu dijebol takutnya nanti air masuk jadi banjir,” ujar pria yang akrab disapa Moy saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Kamis (2/4/2026).

Moy menambahkan, sebelum toko tersebut buka, dia telah berdiskusi dengan para pedagang di pasar Johar Semarang.

Dari hasil pertemuan itu, kehadiran usaha baru seperti toko kue gambang justru membawa dampak positif bagi aktivitas Pasar Johar yang sempat sepi.

“Pedagang tidak keberatan, malah senang karena menambah keramaian,” katanya. 

Moy juga menyesalkan munculnya isu tersebut yang digunakan untuk menyerang ranah pribadi.

“Yang saya sesalkan, ini sudah menyerang pribadi, dikaitkan dengan Bu Wali Kota, atau anaknya.

Padahal itu tidak ada urusannya,” ujarnya. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.