Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Warga ungkap banjir yang merendam puluhan rumah di Cikalang Pesantren paling parah. Meskipun setiap diguyur hujan debit Sungai Cikalang kerap meluap.
Petugas gabungan pun harus menggunakan mesin penyedot untuk menguras air yang merendam di dalam ruangan rumah warga tepatnya di pinggir Sungai Cikalang.
Untuk ketinggian air pun bervariasi dari setinggi mata kaki sampai satu lutut kaki orang dewasa.
Namun, banjir yang merendam rumah warga tidak ada yang sampai mengungsi dan hanya mengamankan barang ke bangunan lebih tinggi.
"Ini yang paling parah banjirnya, biasanya ga sampe tinggi kaya sekarang dan surutnya cepat," ungkap Didah (37) ketika dikonfirmasi TribunPriangan.com,
Didah mengaku, untuk sementara barang yang terendam hanya kursi, perabotan dan beberapa pakaian.
"Sekarang petugas lagi nyedot air, tapi tadi pas kejadian cukup deras debit airnya," jelasnya.
Senada dikatakan Ketua RT 01/06 Zaenal Kamal menuturkan, memang benar banjir kali ini yang terparah sepanjang musim hujan.
Karena, luapan sungai Cikalang sampai merendam rumah warganya yang notabennya tidak pernah terdampak.
"Kalau RT 05 memang suka terdampak banjir, tapi tidak separah sekarang," ungkap Zaenal.
Saat ini ia bersama warga lain bergotong royong membersihkan lumpur di rumah. Karena debit air sudah mulai menurun.
"Lagi bebersih rumah warga yang terendam, dan rata-rata bangunannya tidak jauh dari bantaran sungai Cikalang," kata Zaenal.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikalang yang besar hingga merendam rumah warga di RT 01/06 dan RT 05/06 Kampung Cikalang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Bahkan pada saat kejadian, ketinggian air bervariatif dari setinggi mata kaki, hingga lutut orang dewasa. Warga terdampak pun langsung mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Adapun petugas gabungan dari unsur BPBD, Tagana hingga Damkar Kota Tasikmalaya melakukan penyedotan menggunakan mesin air di beberapa rumah warga yang masih ada genangan air.
"Ini mungkin baru pertama kali sampai meluap terlalu tinggi, biasanya kan daerah RT saya tidak terdampak, tapi sekarang ikut terdampak banjir dari luapan sungai Cikalang," ucap Ketua RT 01/06 Zaenal Kamal ditemui TribunPriangan.com.
Baca juga: Breaking News - Banjir Merendam Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Sejumlah Motor Mogok
Zaenal mengungkapkan, untuk jumlah rumah yang terdampak dari dua RT cukup banyak tapi saat ini sudah mulai berangsur menurun debit airnya.
"Mungkin hampir 70 rumah, untuk RT 05 hampir semua terdampak, tapi di RT 01 saya perkirakan 20 rumah terendam," ucap Zaenal.
Ia menambahkan, sebelum banjir, hujan memang cukup lama sekitar 2 jam hingga air meluap dan merendam rumah warga di dua RT.
"Ini kan air lintasan dari kota juga, makanya banyak yang terendam banjir," jelasnya.(*)
Baca juga: Kapolres Tasikmalaya Kota Turun Langsung Atur Lalin di Jalan HZ yang Terendam Banjir