4 Vaksin Diberikan untuk Calon Jemaah Haji Tulungagung 2026, Apa Saja?
Dwi Prastika April 03, 2026 12:22 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Calon Jemaah Haji (CJH) di Tulungagung, Jawa Timur, mulai mendapatkan vaksin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung.

Pada tahun ini, ada tambahan vaksin polio yang diberikan ke calon jemaah haji.

Total ada 4 vaksin yang diberikan, yaitu meningitis, Covid-19, polio dan influenza yang bersifat optional.

“Yang wajib adalah meningitis, lalu di era pandemi Covid-19 ditambahkan, dan sekarang ada polio,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan, Kamis (2/4/2026).

Untuk tahap pertama, Dinkes memberikan suntikan vaksin meningitis dan influenza.

Layanan vaksinasi dilakukan di semua puskesmas yang bisa diakses calon jemaah haji, sampai Jumat (3/4/2026).

Dilanjutkan minggu kedua dan ketiga Bulan April, vaksin Covid-19 dan polio.

“Tambahan vaksin polio tentu disyaratkan Pemerintah Arab Saudi, lalu dilaksanakan Pemerintah Indonesia,” sambung  Aris.

Dari sisi medis, pelaksanaan ibadah haji ada di tempat yang status penyakitnya berbeda dengan Indonesia.

Baca juga: 13 CJH Sumenep belum Masuk Kloter, Dipastikan Tetap Berangkat Haji 2026

Misalnya meningitis, di Indonesia tidak ada kasus namun di Arab Saudi dan negara-negara lain masih menjadi masalah.

Termasuk kasus infeksi saluran pernapasan karena MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

“MERS-CoV masih ada di Timur Tengah. Di sana juga masih menjadi perhatian Pemerintah Arab Saudi,” tegasnya.

Lanjut Aris, untuk kasus penyakit polio sempat muncul di Indonesia pada tahun 2024.

Pemerintah Arab Saudi tentu ingin memastikan calon jemaah haji Indonesia bebas dari virus polio.

Selain itu, kasus juga muncul di negara-negara lain, seperti Afganistan dan Pakistan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Sosok Haji Her, Crazy Rich Madura yang Terus Kembangkan Bisnis Lintas Sektor

“Arab Saudi tentu ingin melindungi warganya. Kita juga ingin melindungi semua calon jemaah haji,” jelas Aris.

Vaksin meningitis berlaku selama 2 tahun, sehingga calon jemaah haji yang umrah pada tahun lalu tidak perlu divaksin ulang.

Sedangkan vaksin polio berlaku selama 1 tahun, sehingga jika masa berlakunya sudah lewat atau belum pernah divaksin, wajib mendapatkan suntikan vaksin.

Sedangkan calon jemaah haji yang sudah divaksin Covid-19 di tahun 2024 dan 2025 tidak perlu divaksin ulang.

“Kalau vaksinnya di bawah tahun 2024, akan dapat vaksin lagi,” pungkas Aris.

Kloter Jemaah Haji Tulungagung

Calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung rencananya sejumlah 1.156 orang.

Mereka akan bergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 102, 103, 104, dan 105 embarkasi Surabaya.

Baca juga: 618 Calon Jemaah Haji Asal Sampang Madura Siap Berangkat ke Tanah Suci 8 Mei 2026

Kloter 102, 103 dan 104 sepenuhnya akan berisi calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan Kloter 105 hanya berjumlah 29 orang, akan bergabung dengan calon jemaah haji dari Kabupaten Trenggalek.

Calon jemaah haji Kabupaten Tulungagung rencananya berangkat pada Bulan Mei 2026.

Kloter 102 direncanakan masuk Asrama Haji Surabaya pada Minggu (17/5/2026) pukul 21.00 WIB.

Sedangkan Kloter 103 dan 104 masuk Asrama Haji pada Senin (18/5/2026) pukul 06.00 WIB.

Disusul Kloter 105 masuk Asrama Haji di hari yang sama, pukul 06.30 WIB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.