Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Wajah infrastruktur di Kabupaten Sigi bersiap mengalami transformasi besar.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi memulai proyek pelebaran ruas jalan Desa Boladangko–Banggaiba, Kamis (2/4/2026), sebagai bagian dari program unggulan Berani Lancar.
Proyek ini digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan.
Baca juga: Pertamina Pastikan Operasional Fasilitas Aman Usai Gempa 7,6 M Mengguncang Sulut–Malut
Jalur sepanjang kurang lebih 60 kilometer tersebut akan dibangun dengan lebar mencapai 10 meter, jauh lebih representatif dibanding kondisi sebelumnya terbatas.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah terpencil Kabupaten Sigi.
“Melalui program BERANI Lancar, kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat terbuka luas. Jalan ini akan menjadi urat nadi ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Anwar Hafid saat peresmian yang dipusatkan di Lapangan Desa Lonca.
Menariknya, proyek ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Baca juga: Buntut Tewasnya Pekerja, Komisi III DPRD Sulteng Segera Panggil PT Heng Jaya untuk RDP
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggandeng pihak swasta, yakni PT Anugerah Lestari Power, melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Kolaborasi ini dinilai menjadi solusi efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Anwar Hafid menyebut, sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang merata.
“Alhamdulillah, melalui CSR, akan dibangun jalan sepanjang 60 kilometer dengan lebar 10 meter. Ini bukti nyata kolaborasi untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: PT Heng Jaya Absen dalam RDP, Wakil Ketua I DPRD Morowali Pastikan Pemanggilan Ulang
Pembangunan jalan Boladangko–Banggaiba diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Selain memangkas waktu tempuh antarwilayah, proyek ini juga diyakini mampu menekan biaya logistik serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Sigi.
Tidak hanya itu, akses jalan yang memadai juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan usaha kecil masyarakat ke pasar yang lebih luas.
Dampaknya, lapangan pekerjaan baru pun diprediksi akan terbuka seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.
Pemerintah menargetkan proyek ini rampung dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun.
Dengan demikian, pada tahun 2027 mendatang, jalur tersebut sudah dapat dilalui dengan standar jalan yang lebih baik dan aman.
Anwar Hafid pun optimistis, kehadiran infrastruktur ini akan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.
“Ini komitmen kami agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas,” tegasnya.
Baca juga: Komisi Yudisial RI Turun ke Palu, Pantau Kinerja Hakim Pasca Kenaikan Gaji 280 Persen
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sigi menyambut baik dimulainya proyek tersebut.
Kehadiran jalan penghubung ini dinilai akan menjadi solusi dalam mengatasi keterisolasian sejumlah wilayah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.
Dengan dimulainya pelebaran ruas Boladangko–Banggaiba, program BERANI Lancar diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di Bumi Tadulako.(*)