PT Petrokimia Gresik Perluas Program Agrosolution Ke Petani Tebu demi Ciptakan Swadaya Gula
Dyan Rekohadi April 03, 2026 12:32 AM

 


SURYA.CO.ID, GRESIK - Program Agrosolution PT Petrokimia Gresik (PTPG) selama lima tahun terakhir mampu meningkatkan produktivitas tebu.

Luas lahan program mencapai 244.721 hektare yang tersebar di Indonesia. 

Manfaat program tersebut diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Kantor PTPG, Gresik.

Baca juga: Gejolak Internasional, Petrokimia Gresik Fokus Jaga Produksi Ketahanan Pangan Nasional 

 

Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus mengatakan, PTPG  berkolaborasi bersama PT SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD, yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. 

"Alhamdulillah, program ini mampu memberi dampak positif berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Johanes dalam rilis PTPG, Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut  Johanes menambahkan, Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan PTPG terhadap swasembada gula nasional. 

Program yang mulai dijalankan sejak tahun 2021 dan berhasil meningkatkan panen tebu dengan cakupan lahan yang terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2021 lahannya seluas 6.747 hektar .

Lalu meningkat menjadi 47.700 hektar pada tahun 2022.

Pada tahun 2023, seluas 53.888 hektar, seluas 60.501 hektar pada tahun 2024 dan mencapai 75.885 hektar pada tahun 2025.

Program ini dijalankan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program Agrosolution rata-rata mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen.

Melalui peningkatan hasil panen tersebut, pendapatan petani juga meningkat rata-rata sebesar Rp 8,1 juta per hektare. 

"Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agro input serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah," imbuhnya. 

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Mandiri, Petrokimia Gresik Gelar Bazar Lontar

 

Program Agrosolution

Lebih lanjut Johanes mengatakan, program ini juga berkontribusi terhadap agenda nasional dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Antara lain mengurangi ketergantungan impor, memperkuat produksi dalam negeri, serta membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.

"Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agro input yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk nonsubsidi. Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk nonsubsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka," imbuhnya. 

Program Agrosolution merupakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Baik on farm maupun off farm, yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, di antaranya lembaga perbankan yang memberikan dukungan permodalan bagi petani, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.

Menurut Johanes, dalam program ini, PTPG memberi jaminan penyediaan pupuk non subsidi kepada petani tebu binaan Pabrik Gula (PG) di lingkup SGN dan ID FOOD Group. 

Petani memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman sehingga lebih presisi, efektif, dan efisien.

“Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk akselerasi yang lebih besar. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimis kolaborasi ini dapat meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Sebagai Langkah Percepat Pembayaran Rekanan

 

Posisi SGN

Sementara Direktur Keuangan SGN, Hariyanto, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kembali dilanjutkan. 

Sebab, program ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional.

"Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini," kata Hariyanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.