UPDATE Pencarian Wisatawan Cianjur Hanyut di Pantai Papuma Jember Pakai Drone Senkom, Ombak 2 Meter
Sarah Elnyora Rumaropen April 03, 2026 12:35 AM

Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Operasi kemanusiaan mencari Muhammad Sefa Yusuf (21), wisatawan asal Cianjur yang hanyut di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) Jember, Jawa Timur kini memasuki tahap penggunaan teknologi canggih. 

Pada hari keenam pencarian, Kamis (2/4/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan drone milik Senkom untuk mendeteksi wajah korban dari udara di titik awal kejadian.

Langkah ini diambil guna memaksimalkan penyisiran di tengah luasnya area pencarian yang kini telah menjangkau hingga perairan Pantai Cangaan, Kecamatan Ambulu.

Pencarian Hari Keenam dengan Teknologi Drone

Muhammad Sefa Yusuf dilaporkan hanyut di Pantai Papuma sejak Sabtu (28/3/2026), tepat saat puncak hari libur lebaran Idulfitri.

Pada hari keenam pencarian ini, Tim SAR Gabungan menggunakan drone milik Senkom untuk mendeteksi wajah korban di area tempat pertama kali ia hanyut.

Baca juga: Tragedi Selfie di Area Ekstrem Pantai Papuma Jember: 3 Pemuda Tersapu Ombak Ganas, 1 Orang Hilang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan operasi dibagi ke dalam beberapa satuan.

"Pencarian dilakukan oleh tiga Sru, untuk Sru 3 melakukan pencarian dengan menggunakan drone milik Senkom," ujar Edy.

Sementara itu, dua SRU lainnya melakukan pencarian dari permukaan pantai menggunakan perahu karet milik Basarnas.

"Sebagian personel juga melakukan pencarian melalui jalur darat," tambah Edy.

Kendala Cuaca dan Perluasan Area Pencarian

Menurut Edy, area pencarian laut kini telah diperluas hingga ke perairan Pantai Cangaan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Jember.

Namun, upaya tim di lapangan menemui hambatan alam yang cukup berat karena ketinggian ombak mencapai dua hingga lima meter. 

"Kondisi hujan ringan di area laut dan gelombang ombak setinggi 5-2 meter cukup menggangu proses pencarian. Hingga sekarang korban belum berhasil di temukan," imbuh Edy.

Baca juga: Pantai Papuma Jember Membeludak Diserbu 8.900 Wisatawan, Pengunjung Pingsan dan Jatuh di Tanjakan

Berdasarkan hasil koordinasi Tim SAR Gabungan, Edy mengungkapkan proses pencarian fisik terhadap jasad korban akhirnya dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk diteruskan.

"Selanjutnya dilakukan pemantauan selama 2 hari ke depan," ulasnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, Muhammad Sefa Yusuf diketahui memakai baju hitam dan celana pendek abu-abu ketika terseret ombak di Pantai Papuma Jember tersebut.

Tragedi Selfie di Area Ekstrem

Sebelumnya, Kaur Bin Ops (KBO) Polairud Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto mengatakan, korban hanyut ketika sedang berswafoto bersama enam orang temannya di area pantai untuk mengabadikan momen.

"Keenam pemuda melaksanakan foto-foto di area ekstrem yaitu di bawah Gunung Setinggil dan tiga pemuda tersapu oleh ombak," ujarnya.

Menurut Agus, ada tiga wisatawan yang terseret ombak, dan saat peristiwa terjadi dua orang memegang batu di area tebing sambil berenang untuk mencari pertolongan.

Akan tetapi satu orang hilang, dan hingga kini belum ditemukan.

"Dua berhasil selamat menggunakan batu dan satu terseret arus ke laut. Itu yang sampai saat ini masih dinyatakan hilang," kata Agus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.