TRIBUNJATIM.COM - Nasib seorang adik berinisial MA (27) yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat diserang oleh kakaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) FC (37).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Alfatah, Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur.
Insiden ini membuat MA mengalami luka di bagian punggung.
Sedangkan FC kembali dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Baca juga: Dipasung Keluarga selama 1,5 Bulan usai Cekik Ibunya Sendiri, Remaja ODGJ di Jember Akhirnya Bebas
Dari rekam medis, FC diketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sudah tiga kali dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Dinas Kesehatan akhirnya kembali merujuk FC ke RSJ karena dinilai kondisinya sudah membahayakan.
“Sebelumnya pelaku ini diamankan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak Puskesmas. Akhirnya kami putuskan untuk kembali dirujuk,” jelas Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan.
Lanjut Aris, selama ini FC rutin minum obat untuk kondisi kejiwaannya.
Sementara adiknya, MA, yang rutin mengambil obat di Puskesmas.
Selama 2024 dan 2025, FC sudah tiga kali dirujuk ke RSJ.
“Setelah dirujuk tiga kali, sebenarnya kondisinya stabil, dia tinggal minum obat rutin dari Puskesmas,” ungkapnya.
Selama ini FC tinggal bersama adiknya yang lain dengan kondisi berkebutuhan khusus, sedangkan MA tinggal di rumah terpisah.
Keributan sejak kemarin, Selasa (31/3/2026), saat MA datang ke rumah kakaknya ini.
FC marah karena MA dianggap mengotori halaman rumahnya.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan hari ini MA kembali datang ke rumah FC sekitar pukul 08.30 WIB.
FC kembali terlibat cekcok dengan adiknya itu hingga membuatnya marah.
FC kemudian berjalan menuju kandang ayam milik tetangga dan mengambil sebilah arit.
“FC kembali sambil membawa senjata tajam itu. Dia langsung menyerang adiknya,” tutur Nanang.
Ayunan senjata tajam itu mengenai punggung MA hingga menimbulkan tiga luka.
Warga sekitar yang melihat kejadian ini memberanikan diri melerai dan merebut arit dari tangan FC.
MA dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk mendapatkan perawatan.
Sementara FC, setelah kejadian ini, bersikap kooperatif dan tidak mengamuk lagi.
Dia bahkan dengan sukarela masuk ke dalam mobil ambulans yang menjemputnya.
Dinas Kesehatan memutuskan FC kembali dirujuk ke RSJ agar kondisinya kembali stabil. (David Yohanes)