SURYA.CO.ID JOMBANG - Kecelakaan tunggal melibatkan bus penumpang terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (2/4/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga malam hari, total korban dalam peristiwa itu mencapai 16 orang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Jombang.
Humas Astra Tol Jomo, Dela Rosita, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meski sempat terkendala posisi kendaraan yang melintang di badan jalan.
"Kendaraan mengalami kecelakaan tunggal dengan posisi akhir melintang. Bagian depan bus bahkan masuk ke jalur berlawanan," ucapnya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di KM 689+500 jalur A arah Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Baca juga: BREAKINGNEWS Kecelakaan Bus di Tol Jombang-Mojokerto, Belasan Penumpang Luka Ada Korban Tewas
Bus Restu yang mengangkut sekitar 34 hingga 35 penumpang dilaporkan kehilangan kendali sebelum akhirnya terperosok ke median jalan.
Akibatnya, badan bus melintang dan sebagian masuk ke jalur B, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas dari dua arah.
Petugas pun segera melakukan pengamanan dengan memasang rambu peringatan serta mengatur arus kendaraan guna mencegah kecelakaan lanjutan.
Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas tol, dan layanan darurat dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta menyingkirkan kendaraan dari badan jalan.
Proses penanganan berlangsung cukup dramatis mengingat posisi bus yang melintang dan menutup sebagian jalur.
Meski penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, keterangan awal dari kondektur menyebutkan bus melaju di jalur A sebelum tiba-tiba kehilangan kendali dan masuk ke median.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan manusia, kondisi kendaraan, maupun faktor jalan.
"Pengelola tol memastikan prosedur keselamatan telah dijalankan selama proses penanganan, termasuk pengamanan area dan pengalihan arus sementara," ungkapnya.
Pengguna jalan tol diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari.
"Kepatuhan terhadap batas kecepatan serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima menjadi kunci untuk menghindari kecelakaan serupa," pungkasnya.
Insiden ini juta menarik perhatian masyarakat sekitar, hingga pengguna jalan, termasuk Nur Chabib (35) yang mengaku terkejut banyak ambulance yang menuju ke arah Tol.
"Tadi sedang ngopi, kaget kok tiba-tiba banyak ambulance yang melaju ke arah tol. Setelah saya cek, ternyata ada kecelakaan bus," katanya.
Pihak terkait menyatakan akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan dan kondisi para korban.