TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rekaman yang dirilis Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menunjukkan poster kontroversial pada rudal balistik Iran.
Screengrab tersebut menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump duduk di tempat tidur bersama Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di sebelah kiri dan Jeffrey Epstein tersangka kasus pelecehan seksual di sebelah kanan.
Rekaman itu dirilis setelah serangan terhadap target AS-Israel pada 2 April 2026.
Diketahui, IRGC melakukan operasi rudal dan drone berskala besar yang menargetkan situs industri dan militer terkait AS di seluruh kawasan Teluk.
Operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-90 Operasi True Promise 4.
Serangan ini diluncurkan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut IRGC sebagai tanggapan atas agresi AS yang menargetkan industri baja Iran.
Serangan sebelumnya itu dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah pekerja.
“Kami mendedikasikan operasi ini untuk keluarga para pekerja martir yang tertindas dan memperingatkan presiden Amerika yang berkhayal untuk menahan diri dari mengulangi ancaman yang dapat meningkatkan perang di luar kawasan dan membuat dunia tidak aman bagi Amerika,” kata IRGC, mengutip Al Mayadeen, Kamis (2/4/2026).
Menurut pernyataan tersebut, operasi menargetkan industri baja dan aluminium AS yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta fasilitas di Bahrain.
Serangan juga menghantam bagian operasional yang tersisa dari fasilitas aluminium AS yang belum rusak dalam serangan sebelumnya.
Baca juga: Megaproyek Negara Teluk Bangun Jalur Pipa Atasi Ketergantungan Selat Hormuz: Rawan Sabotase Iran?
Selain itu, target mencakup situs yang terkait dengan perusahaan industri militer Israel Rafael Advanced Defense Systems dan lokasi pasukan AS di dekat ibu kota Bahrain, Manama.
IRGC menyatakan bahwa bagian penting dari situs-situs tersebut berhasil dihancurkan.
Operasi itu juga disebut mengakibatkan puluhan personel AS tewas dan terluka.
Wilayah yang diserang langsung ditutup sementara, dengan ambulans mengevakuasi korban selama berjam-jam.
Serangan dilakukan dalam gelombang berkelanjutan yang dimulai sebelum fajar.
Iran menegaskan bahwa serangan ini merupakan peringatan keras bagi AS dan sekutunya.
“Serangan-serangan ini adalah peringatan, dan jika serangan terhadap industri Iran diulang, tanggapan berikutnya akan jauh lebih menyakitkan dengan serangan terhadap infrastruktur utama rezim pendudukan (Israel) dan industri ekonomi Amerika di kawasan itu,” lanjut IRGC.
(Tribunnews.com / Garudea Prabawati)