BANJARMASINPOST.CO.ID - Ancaman geopolitik terjadi di dunia berpotensi kenaikan harga BBM terjadi, termasuk di Indonesia.
Cek harga BBM terbaru di Kalimantan Selatan pada hari ini Jumat (3/4/2026).
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite masih di harga Rp10 ribu per liter.
Sementara untuk jenis non subsidi Pertamax dipatok harga Rp12.900 per liter.
Baca juga: Waspada El Nino Godzilla di Bulan April 2026, Karhutla Ancam Kalimantan Selatan
Baca juga: Prajurit Yonif 621/Manuntung HST Jalani Uji Sabuk Pencak Silat Militer , Tempa Karakter dan Mental
Inilah update daftar harga BBM Pertamina terkini per 3 April 2026 di SPBU seluruh wilayah Indonesia.
Biasanya setiap bulan Pertamina melakukan penyesuaian harga.
Kenaikan atau penurunan harga BBM tersebut mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Kebijakan penyesuaian harga BBM ini juga atas kewenangan Pertamina dan pemerintah.
Kini kenaikan harga juga bisa dipicu karena situasi memanasnya perang di Israel-Amerika Serikat dan Iran.
Namun, di tengah isu kelangkaan BBM akibat konflik geopolitik perang di Timur Tengah tersebut, pemerintah melalui Pertamina memilih menjaga kestabilan harga.
Untuk memastikan apakah ada perubahan harga, Anda bisa mengecek update daftar harga BBM terkini secara berkala.
Baca juga: OJK dan Stakeholder Perkuat Keuangan Syariah, Jangkau 8,3 Juta Masyarakat
Selain itu, harga BBM ini bisa beda-beda di setiap wilayah di Indonesia.
Berikut simak update daftar harga BBM Pertamina terbaru untuk beberapa daerah di Indonesia pada hari ini Jumat 3 April 2026, dilansir dari mypertamina.id.
1. Provinsi Aceh
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Pertamina Dex: Rp14.800
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp11.550
Dexlite: Rp13.250
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
3. Provinsi Sumatera Utara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Pertamina Dex: Rp14.800
Dexlite: Rp 14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
4. Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Pertamina Dex: Rp15.100
Dexlite: Rp14.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
5. Provinsi Maluku Utara
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
6. Provinsi Papua
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
7. Provinsi Papua Barat
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp14.800
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
8. Provinsi Papua Selatan
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
9. Provinsi Papua Pegunungan
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
10. Provinsi Papua Tengah
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
11. Provinsi Papua Barat Daya
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp14.800
Dexlite: Rp14.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Konsumsi BBM Meningkat
Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar menjelang awal April 2026 sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kalimantan Selatan.
Namun hingga 1 April 2026, harga BBM di daerah tersebut dipastikan masih belum mengalami perubahan.
Pantauan Banjarmasinpost.co.id, rabu, (01/04/2026), di SPBU Mandingin Barabai menunjukkan adanya antrean kendaraan yang cukup panjang. Meski demikian, situasi tetap kondusif dan tidak terlihat adanya aksi pembelian berlebihan.
Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan naiknya harga BBM, sehingga sebagian memilih mengisi bahan bakar lebih awal.
Baca juga: Aksi Kamisan Banjarmasin Desak Pengusutan Tuntas Teror Andrie Yunus
Seorang warga, Syarif, mengaku sempat mendengar kabar terkait kenaikan harga, namun ia memilih tidak terlalu panik selama BBM masih tersedia.
“Memang sempat dengar isu mau naik, tapi yang penting bagi kami minyaknya ada. Selama masih bisa isi, tidak terlalu masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Manager SPBU Mandingin, Purwadi, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga maupun gangguan distribusi BBM di wilayah tersebut.
“Belum ada kenaikan. Harga masih sama, dan pasokan juga aman. Pengiriman tetap berjalan setiap hari,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan konsumsi, terutama pada BBM subsidi jenis Pertalite, dalam beberapa hari terakhir.
“Konsumsi Pertalite meningkat. Biasanya cukup sampai malam, sekarang sekitar pukul 12 siang sudah habis,” katanya.
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, kondisi masih relatif stabil baik dari sisi harga maupun ketersediaan.
Adapun harga BBM di HST saat ini masih bertahan, yakni Biosolar Rp6.800 per liter, Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.650, Dexlite Rp14.800, dan Pertamina Dex Rp15.100.
Dengan belum terealisasinya isu kenaikan harga tersebut, masyarakat di HST diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, mengingat pasokan BBM dipastikan masih mencukupi kebutuhan. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene/ TribunJabar.id)