IRGC Geser Medan Konflik ke Infrastruktur Teknologi, Pusat Data Oracle Disebut Diserang
Eko Sutriyanto April 03, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pusat data milik Oracle di Dubai.

Klaim ini muncul setelah sebelumnya mereka juga mengaku menyerang fasilitas cloud Amazon di Bahrain.

Dalam laporan yang disiarkan media pemerintah Iran pada Kamis, IRGC menyebut serangan terhadap pusat data Oracle di Dubai sebagai bagian dari eskalasi konflik yang tengah berlangsung.

Namun, klaim tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak kantor media Dubai segera membantah pernyataan tersebut.

Baca juga: Industri Wisata Dubai Terguncang Akibat Perang Iran Vs AS-Israel

Mereka menegaskan tidak ada serangan terhadap pusat data yang terkait dengan Oracle di wilayah emirat itu.

Sebelumnya, IRGC juga menyatakan telah menargetkan pusat komputasi cloud Amazon di Bahrain.

Serangan itu disebut sebagai aksi balasan terhadap infrastruktur yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat.

Rangkaian klaim ini menunjukkan meluasnya fokus Iran terhadap infrastruktur teknologi yang memiliki keterkaitan dengan AS, khususnya di kawasan Teluk.

Ancaman terhadap perusahaan teknologi besar

Pada Selasa, IRGC mengeluarkan ancaman akan menargetkan perusahaan teknologi dan industri besar asal Amerika Serikat mulai 1 April.

Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan yang terjadi di wilayah Iran.

IRGC memperingatkan bahwa operasi regional perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menjadi sasaran.

“Perusahaan-perusahaan ini harus bersiap menghadapi kehancuran unit mereka sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran,” demikian pernyataan IRGC.

Mereka juga menyebut perusahaan di sektor ICT dan kecerdasan buatan (AI) asal AS kini dianggap sebagai target sah.

Baca juga: Jembatan Tertinggi di Iran Runtuh Dirudal AS, 8 Tewas dan Hampir 100 Orang Terluka

Bahkan, IRGC memperingatkan karyawan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.

Menanggapi ancaman itu, pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa militer Amerika Serikat berada dalam kondisi siap siaga.

“Militer Amerika Serikat siap untuk menahan setiap serangan dari Iran,” ujar pejabat tersebut.

Pejabat itu menambahkan langkah-langkah terbaru telah berhasil menurunkan jumlah serangan rudal dan drone secara signifikan. (India Today)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.