BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki April 2026, waspada ancaman El Nino Godzilla melanda Indonesia termasuk pastinya Kalimantan Selatan.
Karhutla menjadi ancaman yang wajid diwaspadai untuk wilayah Kalimantan.
Mengingat El Nino Godzilla ini menyebabkan kemarau panjang.
Selain Karhutla, ancaman kekeringan yang cukup panjang juga bakal terjadi mengingat dampakya diprediksi sampai Oktober 2026.
Baca juga: Prajurit Yonif 621/Manuntung HST Jalani Uji Sabuk Pencak Silat Militer , Tempa Karakter dan Mental
Baca juga: OJK dan Stakeholder Perkuat Keuangan Syariah, Jangkau 8,3 Juta Masyarakat
Dikutip dari unggahan akun Instagram BRIN (@brin_indonesia), fenomena El Nino, termasuk potensi variasi kuat ('Godzilla'), menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering. El Nino diperkirakan mulai terjadi sejak April 2026.
El Nino 'Godzilla' ini berdampak pada pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan.
Sementara itu, fenomena IOD positif di Samudra Hindia, yang diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut di dekat Sumatera dan Jawa, menyebabkan wilayah di Indonesia mengalami penurunan hujan yang signifikan.
(Ed: Indian Ocean Dipole positif, yaitu fenomena perubahan suhu laut di Samudra Hindia)
Fenomena El Nino 'Godzilla' beserta IOD positif diprediksi terjadi bersamaan selama periode musim kemarau di Indonesia, yaitu sejak April hingga Oktober 2026.
Untuk kondisi dampak El Nino dan IOD positif pada April-Juli 2026, data dari model prediksi musim yang dikembangkan oleh BRIN menunjukkan kemarau yang bersifat kering terjadi di sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Sebaliknya, wilayah di Sulawesi dan Maluku, Halmahera, Maluku, sebagian besar masih akan mengalami curah hujan yang tinggi.
Dampak super El Nino dan IOD positif tidak seragam di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, mitigasi pemerintah sebaiknya mempertimbangkan:
- Dampak kekeringan di selatan Indonesia yang dapat mengancam lumbung padi nasional khususnya di Pantura Jawa.
Dampak banjir di wilayah timur laut Indonesia karena curah hujan tinggi selama kemarau (Sulawesi, Halmahera, Maluku).
- Dampak karhutla di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan, meskipun khususnya bagian utara kedua pulau ini tetap akan mengalami hujan yang tinggi.
Mengoptimalkan produksi garam untuk mencapai swasembada garam selama tahun 2026-2027 khususnya di wilayah selatan Indonesia.
Baca juga: Rindangnya Taman Pangeran Hidayatullah di Banjarbaru Nyaman untuk Relaksasi Kendorkan Syaraf
Ancaman musim kemarau panjang tahun 2026 mulai diantisipasi serius di Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel meminta seluruh kabupaten/kota bersiap lebih awal menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini seiring prediksi cuaca ekstrem akibat El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Melalui surat bertanggal 16 Maret 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menekankan kesiapsiagaan tidak boleh menunggu kondisi memburuk.
Kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan serta karhutla perlu ditingkatkan melalui pemantauan kondisi wilayah, penilaian awal, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah mulai mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla.
Menurutnya, ketika status siaga maupun tanggap darurat telah ditetapkan, penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi agar lebih efektif. “Serta tetap berkoordinasi dengan BPBD provinsi,” ujarnya.
Baca juga: Kantongi Identitas Pembunuhan di Kuin Cerucuk, Satreskrim Polresta Banjarmasin Buru Pelaku
Selain itu, pelaporan kondisi wilayah juga menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla. “Pelaporan berkala mengenai perkembangan kondisi wilayah dan potensi kejadian karhutla perlu terus dilakukan,” tegasnya.
Kombinasi El Nino dan IOD positif diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan kerentanan lahan terutama gambut terhadap kebakaran.
Di sisi lain, upaya penanganan juga mulai disiapkan dari tingkat pusat. Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengungkapkan bahwa provinsi ini masuk prioritas bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Beberapa waktu lalu sudah ada rapat awal dengan BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kalsel masuk dalam prioritas untuk bantuan OMC dari pusat, tapi untuk jadwal pelaksanaannya belum ditentukan,” ujarnya.
OMC menjadi salah satu strategi penting untuk mengantisipasi kekeringan panjang, terutama dengan memicu hujan buatan di wilayah yang berpotensi mengalami defisit air.
Upaya ini terbilang berhasil meredam potensi karhutla yang meluas di sejumlah wilayah Kalsel pada beberapa tahun terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan El Nino Godzilla diprediksi terjadi di Indonesia pada 2026.
Baca juga: Respon Kejanggalan Penyidikan Terdakwa Korupsi Bank Flat Merah di Tanjung, Begini Penjelasan Jaksa
Kepala Staklim Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, menjelaskan El Nino Godzilla ini bukan terminologi resmi dalam meteorologi. Istilah Godzilla digunakan secara populer untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat atau super El Nino.
“Secara ilmiah, kondisi ini ditandai oleh anomali suhu permukaan laut di Pasifik tengah–timur yang sangat tinggi, umumnya melebihi 2°C pada indeks Nino 3.4,” katanya kepada BPost, Selasa (24/3).
Klaus mengungkapkan pada tahun ini, BMKG dan beberapa lembaga iklim dunia memprediksi Enso masih berada dalam kondisi netral hingga pertengahan 2026. Kemudian beralih ke kondisi El Nino Lemah pada semester dua.
Ia menyebut tidak semua El Nino akan menjadi ekstrem. “Intensitasnya bergantung pada interaksi laut-atmosfer yang kompleks dan tidak selalu bisa dipastikan jauh-jauh hari sehingga pantau terus informasi resmi BMKG terkait update kondisi Enso,” katanya.
Klaus juga menyatakan dampak El Nino pada 2026 bisa merata di Kalsel, terutama berupa penurunan curah hujan. Musim kemarau diprediksi berada pada kondisi bawah normal yang berisiko meningkatkan potensi karhutla.
(banjarmasinpost.co.id/ Tribunnews.com)