IRGC Klaim Serang Pusat Data Oracle di Dubai, Fokus Konflik Bergeser ke Infrastruktur Teknologi
Amirullah April 03, 2026 12:20 PM

SERAMBINEWS.COM, DUBAI – Ketegangan di kawasan Teluk kini merambah sektor yang selama ini jarang disorot dalam konflik terbuka: infrastruktur teknologi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menargetkan pusat data milik Oracle di Dubai.

Klaim tersebut mencuat dalam laporan media pemerintah Iran yang disiarkan pada Kamis. IRGC menyebut serangan itu sebagai bagian dari eskalasi konflik yang tengah berlangsung.

Namun hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak otoritas media di Dubai bergerak cepat merespons. Mereka membantah adanya serangan terhadap pusat data yang terkait dengan Oracle di wilayah emirat tersebut.

Sebelumnya, IRGC juga mengaku telah menargetkan fasilitas komputasi cloud milik Amazon di Bahrain. Serangan itu disebut sebagai aksi balasan terhadap infrastruktur yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat.

Rangkaian klaim ini memperlihatkan arah baru dalam konflik yang berkembang—dari target militer konvensional menuju infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung ekonomi global.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 3 April 2026 Anjlok Rp65 Ribu, Cek Daftar Harga Emas Lengkap Semua Pecahan

Baca juga: Dinilai Kangkangi UUPA, Gubernur Aceh Diminta Evaluasi Proses Penganggaran TKD

Ancaman terhadap perusahaan teknologi besar

Pada Selasa, IRGC mengeluarkan ancaman akan menargetkan perusahaan teknologi dan industri besar asal Amerika Serikat mulai 1 April.

Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan yang terjadi di wilayah Iran.

IRGC memperingatkan bahwa operasi regional perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menjadi sasaran.

“Perusahaan-perusahaan ini harus bersiap menghadapi kehancuran unit mereka sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran,” demikian pernyataan IRGC.

Mereka juga menyebut perusahaan di sektor ICT dan kecerdasan buatan (AI) asal AS kini dianggap sebagai target sah.

Bahkan, IRGC memperingatkan karyawan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.

Menanggapi ancaman itu, pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa militer Amerika Serikat berada dalam kondisi siap siaga.

“Militer Amerika Serikat siap untuk menahan setiap serangan dari Iran,” ujar pejabat tersebut.

Pejabat itu menambahkan langkah-langkah terbaru telah berhasil menurunkan jumlah serangan rudal dan drone secara signifikan. (India Today)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.