Sosok Rudy Susmanto, Bupati Bogor Namanya Dicatut Media Terkait Obat Terlarang, Tegas Membantah
Rusaidah April 03, 2026 02:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dicatut oleh media online berkaitan dengan peredaran obat-obatan terlarang daftar G.

Dalam salah satu website media online, nama Rudy disebut sebagai dewan pembina.

Menanggapi hal tersebut, Rudy dengan tegas membantah terlibat menjadi bagian dari media manapun.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya berkomitmen dan mendukung pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sementara itu, pendiri dari media online berinisial RHL diduga terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang daftar G.

RHL yang menempati posisi sebagai pendiri sekaligus pemimpin umum media tersebut diduga sebagai koordinator media yang terlafiliasi dengan pengedar.

Baca juga: Sosok Hinca Panjaitan, Anggota DPR RI Sebut Kajari Danke Rajagukguk Dapat Mobil dari Bupati Karo

Hal ini mencuat setelah adanya akun media sosial yang membongkar dugaan peredaran gelap obat-obatan terlarang.

Merespons hal itu, Rudy Susmanto mengaku sudah mengetahui persoalan tersebut beberapa hari belakangan ini.

Rudy Susmanto mengatakan bahwa namanya dicatut oleh media tersebut tanpa adanya izin terlebih dahulu.

"Jadi tidak ada permintaan secara resmi maupun permintaan secara tidak resmi terkait untuk saya menjadi pembina di salah satu media yang disebutkan di media sosial tersebut," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, tidak memungkinkan apabila seorang kepala daerah menjadi bagian dari media karena dapat terindikasi adanya unsur kepentingan.

Akan hal tersebut, Rudy Susmanto menegaskan bahwa sampai detik ini dirinya tidak menjadi bagian dari media manapun.

"Kalau saya selaku pembina media, seharusnya dipikirkan baik adalah apabila media tersebut menerima biaya publikasi dari pemerintah daerah, maka itu merupakan salah satu potensi tindak pidana korupsi," katanya.

Di samping itu, Rudy Susmanto pun menegaskan bahwa dirinya berkomitmen dan mendukung pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Rudy Susmanto juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dan memeranginya.

"Segera kirim alamat tokonya, nama pemilik tokonya, lokasi tokonya, kalau perlu tempat nyimpennya di mana, sehingga pada saat kita turun bersama-sama memberantas bersama-sama dan kita lindungi generasi muda kita khususnya yang ada di Kabupaten Bogor," katanya.

Sosok Rudy Susmanto

Rudy Susmanto lahir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Banyak orang menyebutnya dengan nama Solo.

Pria berperawakan tinggi besar itu lahir pada 15 Agustus 1985.

Walaupun lahir di Sukoharjo, ternyata orangtua Rudy berasal dari tanah Pajajaran.

Sang ayah asli dari Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedangkan ibu berasal dari Sumedang, Jawa Barat.

Rudy berasal dari keluarga besar TNI Angkatan Darat (AD). 

Baca juga: Sosok Antonius Ginting, Bupati Karo Disebut Beri Mobil ke Kajari Danke, Diduga Berkaitan Kasus Amsal

Kakeknya merupakan anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Sedangkan ayahnya merupakan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sang ayah tergabung dalam Grup 2 Kopassus. Sebab itu lah Rudy dan keluarga berpindah tempat tinggal mengikuti tugas sang ayah.

Dari Kabupaten Sukoharjo, ia lalu pindah ke Pusdik Kopassus di Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat.

Setelah itu mereka pindah ke Bukit Barisan, Sumatera Selatan, dan kemudian kembali lagi ke Solo.

"Saya dari SD, SMP, SMA, dan kuliah di Solo. Orang bilang darah Pajajaran yang dibesarkan di Mataram dan pulang lagi ke Pajajaran.

Sekarang saya warga Kabupaten Bogor," kata Rudy Susmanto.

Riwayat Pendidikan

Perjalanan pendidikan Rudy Susmanto dimulai dari sebuah kota kecil yang tenang namun penuh semangat belajar Kartasura, Jawa Tengah.

Di sanalah karakter dan fondasi intelektual Rudy Susmanto mulai dibentuk.

Rudy Susmanto mengawali pendidikannya di SD Negeri Pucangan 3 Kartasura pada tahun 1991. 

Selama enam tahun di bangku sekolah dasar, Rudy Susmanto dikenal sebagai siswa yang tekun dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

Setelah lulus pada tahun 1997, Rudy Susmanto melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kartasura, salah satu sekolah favorit di daerahnya.

Masa remaja yang penuh semangat dan rasa ingin tahu mendorongnya untuk terus mengembangkan diri, baik dalam pelajaran maupun organisasi.

Perjalanan pendidikannya berlanjut ke SMA Negeri 1 Kartasura, di mana Rudy Susmanto mulai menunjukkan ketertarikannya pada isu-isu sosial dan kepemimpinan.

Lulus pada tahun 2003, Rudy Susmanto tak berhenti sampai di sana.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebuah kampus bergengsi yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional.

Di kampus inilah wawasan Rudy Susmanto semakin terbuka, membentuk pola pikir kritis, dan memperkuat semangatnya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Rudy Susmanto berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2007.

Perjalanan Karier Rudy Susmanto

Setelah meraih gelar sarjana dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2007, Rudy Susmanto tidak butuh waktu lama untuk menapaki dunia profesional.

Rudy Susmanto memulai kariernya di sebuah perusahaan berbasis teknologi tinggi, PT Exsamap Asia perusahaan yang bergerak dalam pengolahan data citra radar satelit milik NASA.

Di sana, Rudy Susmanto berperan penting dalam analisis data strategis, menunjukkan kemampuannya dalam bekerja dengan teknologi canggih dan data berskala global.

Kariernya kemudian berlanjut di sektor energi.

Ia dipercaya menjabat sebagai Special Assistant to the CEO PT Nusantara Energy selama periode 2007–2008. 

Dalam posisi ini, Rudy Susmanto banyak belajar tentang manajemen perusahaan besar dan strategi bisnis di tingkat nasional.

Langkah Rudy Susmanto ke dunia politik dimulai pada tahun 2008, ketika ia dipercaya menjadi asisten pribadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tepat di masa-masa awal pendirian partai.

Peran ini bukan sekadar administratif, melainkan menjadi pijakan penting dalam membangun jaringan, memahami dinamika politik nasional, dan membentuk visi kepemimpinannya ke depan.

Pada tahun 2010, Rudy Susmanto diberikan tanggung jawab besar sebagai General Manager Nusantara Polo Club, sebuah posisi yang ia emban hingga tahun 2024.

Selama lebih dari satu dekade, Rudy Susmanto menunjukkan kepemimpinan yang konsisten dalam mengelola organisasi berbasis olahraga dan sosial tersebut, sekaligus memperluas pengaruh dan relasinya di kalangan elite nasional.

Puncak kiprah Rudy Susmanto dalam pemerintahan lokal tercapai pada tahun 2019, ketika ia terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Dalam masa jabatannya hingga 2024, Rudy Susmanto dikenal sebagai pemimpin legislatif yang tegas, komunikatif, dan berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga.

Jabatan ini menjadi landasan kuat yang membawanya pada kepercayaan rakyat sebagai Bupati Bogor 2025–2030.

(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.