BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Tapin pascabanjir menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tapin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tapin, H Yustan Azidin, menegaskan perlunya penanganan cepat, terutama pada titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2027 di Aula Tamasa, Kantor Bupati Tapin, Kota Rantau, belum lama ini.
Menurut Yustan, kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jalan, tetapi juga dipicu oleh kondisi sungai yang mengalami penggerusan tebing hingga berdampak ke infrastruktur jalan.
“Banyak titik yang terdampak akibat hanyutan dan gerusan tebing sungai. Bahkan ada siring yang rusak dan menyebabkan penurunan badan jalan,” ujarnya.
Yustan menyebutkan, sedikitnya ada lima titik di sektor sungai yang menjadi perhatian dan diusulkan untuk segera ditangani oleh Balai Wilayah Sungai.
Beberapa di antaranya berada di wilayah Kelurahan Kupang, tepatnya di dekat Jembatan Kilat, yang mengalami penurunan hingga mendekati bahu jalan.
Selain itu, titik rawan juga ditemukan di Mandarahan, Kelurahan Rantau Kanan serta dua lokasi di kawasan Desa Keramat, Kecamatan Tapin Utara.
Baca juga: Terdakwa Kekerasan Terhadap Bayi di HST Divonis 14 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan JPU
“Kondisi ini kita khawatirkan bisa membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani. Karena sudah ada penurunan badan jalan,” jelasnya.
Tak hanya sektor sungai, Yustan juga menyoroti kerusakan pada ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Tapin, terutama yang sebelumnya terdampak banjir.
Beberapa ruas prioritas yang diusulkan untuk penanganan antara lain ruas Marabahan- Margasari, Margasari-Muara Muning, hingga Muara Muning-Belimau.
“Kerusakan cukup banyak, terutama lubang-lubang jalan pascabanjir. Ini sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti perlunya perbaikan perkerasan bahu jalan serta penanganan sejumlah jembatan di ruas Marabahan menuju Margasari.
Yustan mengakui, dalam forum Musrenbang tersebut tidak semua perwakilan balai teknis pusat dapat hadir.
Namun demikian, pihaknya tetap akan menyampaikan usulan tersebut melalui jalur resmi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional maupun Balai Wilayah Sungai.
“Kita berharap ini menjadi prioritas dan segera ditangani. Karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi,” tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)