Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkenalkan alat baru untuk tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE). Petugas polisi bisa melakukan tilang pengendara yang melanggar aturan hanya dengan memotretnya menggunakan perangkat handheld semacam HP.
Dikutip dari situs resminya, Korlantas Polri mendistribusikan perangkat ETLE handheld dengan spesifikasi yang lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat portabel ini dirancang untuk menutup celah pelanggaran di area yang tidak terjangkau oleh kamera ETLE statis.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan, perangkat handheld akan dibawa oleh petugas kepolisian untuk menilang pelanggar lalu lintas. Dia mengklaim, perangkat ini memiliki keunggulan teknis yang sangat signifikan, terutama dalam hal kecepatan administrasi.
Pada perangkat ETLE handheld yang lama, petugas masih membutuhkan waktu lebih lama dalam memprosesnya. Kini, perangkat barunya sudah terintegrasi dengan sistem cetak instan. Jadi, petugas bisa langsung memberikan bukti pelanggaran kepada pengendara secara transparan dan akurat di lokasi kejadian.
"ETLE handheld yang kita bawa ini spesifikasinya beda dengan yang ada sekarang. Ini sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan di sana sudah ada barcode-nya. Kalau yang lama kan belum ada, jadi prosesnya agak lama. Kalau ini bisa langsung ditempel, ini jauh lebih bagus lagi," ujar Brigjen Pol Faizal.
ETLE handheld ini hadir untuk mengimbangi keberadaan ETLE statis yang titik lokasinya sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Dengan sifatnya yang dinamis dan mobile, ETLE handheld menjadi alat yang lebih efektif untuk menjangkau pelanggar yang mencoba menghindari kamera ETLE yang terpasang permanen.
Jadi, menurut Faizal, meski pengendara sudah hafal titik-titik kamera ETLE statis, dengan ETLE handheld pelanggar lalu lintas tidak bisa menghindar lagi.
"Statis itu di situ saja, dan masyarakat sudah tahu ada kamera di sana. Maka handheld ini mainnya lebih dinamis. Bahkan ini jauh lebih efektif karena sifatnya yang portabel," katanya.
"Yang penting bagi saya adalah tidak ada lagi hal-hal yang bersifat transaksional di lapangan. Semuanya harus terekam secara valid karena sistem ini menggunakan data yang akurat dan tidak bisa dimanipulasi," pungkasnya.





