TRIBUNJAKARTA.COM - Sebuah rumah di Jalan Melati, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, ludes dilalap api Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 08.10 WIB.
Api diduga berasal dari korsleting listrik, dan pemilik rumah, Sukarta, mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, menjelaskan kronologi awal kebakaran.
"Seorang warga melihat percikan api di instalasi listrik, lalu merambat ke rumah dan terjadi penyalaan di dalam rumah," ujar Gatot Sulaeman dikutip dari Kompas.com, Jumat (3/4/2026).
Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung menghubungi kantor pemadam kebakaran di Koja untuk meminta pertolongan.
Tak menunggu lama, tujuh unit mobil pemadam beserta 35 personel dikerahkan ke lokasi.
Beruntung, petugas berhasil mengendalikan kobaran api kurang dari satu jam kemudian.
"Pukul 09.06 WIB, pemadaman selesai dan dapat diatasi oleh petugas," kata Gatot Sulaeman.
Dugaan sementara, kebakaran ini terjadi karena korsleting listrik.
Meski tidak ada korban jiwa, pemilik rumah, Sukarta, diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp 500 juta.
Sementara itu, berikut ini tip untuk menghindari kebakaran yang dilaporkan oleh Anggota Tagana Bireuen, Ruslan.
Ruslan membagi langkah mencegah kebakaran antara lain saat bepergian jangan meninggalkan sumber api seperti kompor, lampu minyak tanah dalam keadaan hidup, setrika dan lainnya.
Kemudian, jangan biarkan lampu menyala terus menerus dalam jangka waktu yang lama, hindari anak-anak bermain dengan sumber api, baik itu korek api, lilin menyala dan lainnya.
Hindari penggunaan handphone yang sedang di charge apalagi di atas tempat tidur, hindari menggunakan stop kontak dengan Ekstensi yang bertumpuk-tumpuk, hindari bahan yang mudah terbakar dari sumber api.
Biasakan untuk mematikan lampu, kompor,atau saat akan bepergian keluar rumah, jangan mengisi bahan bakar kedalam perangkat yang sedang menyala, matikan perangkat terlebih dahulu.
Selain itu katanya, jangan mengisi bahan bakar sambil merokok atau di dekat sumber api, hindari merokok di sembarang tempat, khusus di dekat bahan yang mudah terbakar, biasakan untuk mematikan puntung rokok sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Lebih penting katanya, jangan membakar sampah di bawah teriknya matahari, angin kencang, apalagi disaat musim panas/kemarau.
Selalu pastikan terlebih dahulu bahwa area di sekitarnya aman dan jauh dari bahan yang mudah terbakar.
Selalu fokus pada saat menggunakan sumber api,hindari sambil menggunakan Handphone atau sambil melakukan kegiatan lain.
Baca juga: UPDATE Korban Kebakaran SPBE Cimuning: 17 Korban Luka-luka, Warga Awalnya Sempat Cium Bau Gas
Baca juga: Detik-detik Panik Kebakaran Disertai Ledakan SPBE Cimuning, Diduga Karena Bocornya Gas
Baca juga: Berkas Lengkap, Dirut Terra Drone Bakal Jalani Sidang Kasus Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang