Ugal-ugalan Sejak Jalan Wates, Mobil Avanza Akhirnya Hantam Warung Makan di Janti
Hari Susmayanti April 03, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Aksi ugal-ugalan seorang pengemudi Toyota Avanza berakhir tragis di Jalan Raya Janti, Banguntapan, Bantul, Kamis (2/4/2026) malam.

Mobil tersebut menghantam seorang pengendara motor hingga kritis dan merusak sebuah warung makan hingga hancur lebur.

Kecelakaan yang terjadi tepat di timur Jogja Expo Center (JEC) sekitar pukul 22.30 WIB ini sempat viral di media sosial.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (3/4/2026) pagi, sisa-sisa pecahan kendaraan, tumpahan oli, serta kerusakan tembok Warung Makan 2000 masih terlihat jelas.

Kerusakan parah juga terlihat pada tembok Warung Makan 2000 yang terdampak hantaman kendaraan.

Wahyu Krisna (44), keponakan pemilik Warung Makan 2000 yang menjadi saksi mata, menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurutnya, mobil tersebut sudah melaju tak terkendali sejak dari arah barat.

"Informasi dari teman-teman di jalan (pengendara lalu lintas), orangnya (pengendara mobil) itu ngepil. Jadi, siangnya minum alkohol. Dari Jalan Wates, orangnya sudah ugal-ugalan. Dari SGM sempat hampir nyerempet orang juga. Ugal-ugalan juga," katanya kepada wartawan, saat dijumpai di lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, mobil tersebut menghantam sepeda motor dan bangunan warung.

Kerasnya benturan membuat pengendara motor terpental jauh hingga mengalami kondisi medis yang mengkhawatirkan.

"Yang parah itu yang ditabrak. Kurang tahu (kondisinya), itu langsung dibawa ke rumah sakit. Soalnya kejang-kejang," ujar dia.

Baca juga: Pihak Keluarga Setuju Praka Farizal Rhomadhon Dimakamkan di TMP Giripeni Wates Kulon Progo

Wahyu sendiri mengaku terkejut mendengar suara benturan yang sangat keras meski posisinya saat itu sedang berada di tempat tetangga.

"Saat kejadian, posisi saya baru di tempat tetangga. Tapi, benturannya keras sampai ke belakang rumah. Jaraknya kurang lebih 300-500 meteran. Nah, langsung pada lari ke sini semua, (saat sampai lokasi kejadian) sudah hancur. Warung depan (Warung Makan 2000) sudah hancur," jelasnya.

Selain menghancurkan fasilitas warung seperti etalase dan mesin kasir, dua orang karyawan juga dilaporkan menjadi korban akibat terkena tumpahan bahan masakan.

"Karyawan dua orang yang di depan ya kena minyak goreng. Cuma ya enggak parah," beber Wahyu.

Akibat kejadian ini, operasional warung terhenti total karena para karyawan harus membersihkan lokasi hingga subuh.

Wahyu menegaskan pihaknya akan menuntut pertanggungjawaban dari pengemudi mobil tersebut.

"(Dampak kecelakaan) ya yang jelas kami minta ganti rugi juga to. Soalnya warung hancur, etalase, piring semuanya (hancur). Ada dua sepeda motor punya anak pemilik sama karyawan (rusak). Kalau urusan yang ditabrak (korban pengendara sepeda motor) itu beda urusan," urainya.

Wahyu menambahkan bahwa kondisi pengemudi saat kejadian tampak sangat mencurigakan dan tidak stabil, yang diduga akibat pengaruh zat terlarang.

"Dan posisi pengendara dalam mobil ini kan habis konsumsi alkohol. Jadi oleng. Kan sempat kita datangi itu (pengendara) masih di dalam mobil sudah gini. Kayak orang ngepil. Dia sudah kayak dugem gitu. Banyak yang menyaksikan," ungkap dia.

Beruntung, amukan massa berhasil diredam setelah polisi tiba di lokasi dan melakukan penggeledahan terhadap kendaraan pelaku.

"Habis itu ada polisi dari mana yang baru bertugas. Nah, setelah polisi datang, polisi itu geledah dan ada kayak gitu lah. Iya ada obat satu," jelasnya.

Insiden ini sempat memicu kemacetan arus lalu lintas dari arah barat ke timur selama kurang lebih satu setengah jam karena posisi mobil melintang di tengah badan jalan.

"Iya sempat macet. Ini jalan enggak bisa dilewati. Posisi mobil melintang," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.