TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suasana di Pasar Subuh Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), tampak ramai oleh aktivitas jual beli, Jumat (3/4/2026) siang.
Di tengah hiruk pikuk pembeli yang datang sejak pagi, kabar baik mulai terasa, harga cabai yang sempat melonjak saat Lebaran kini perlahan turun.
Ifal Ardianto, salah satu pedagang cabai di Pasar Subuh Sampit, mengungkapkan harga cabai rawit merah saat ini sudah mengalami penurunan dibandingkan saat puncak Lebaran.
“Kalau habis Lebaran ini sudah turun, sekarang paling di Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per kilogram. Waktu Lebaran itu sempat tembus Rp150 ribu, itu harga tertinggi,” ujarnya.
Meski mengalami penurunan, Ifal mengakui harga tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Masih lumayan tinggi. Normalnya dulu itu sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilo,” tambahnya.
Ia menduga lonjakan harga sebelumnya dipicu oleh terhambatnya distribusi serta berkurangnya aktivitas panen saat momentum Lebaran.
“Paling karena pengiriman sempat terganggu, terus pas Lebaran itu juga sempat di-stop. Selain itu yang metik cabai juga banyak yang libur, jadi stok berkurang,” jelasnya.
Untuk pasokan, Ifal menyebut cabai yang dijual di lapaknya berasal dari berbagai daerah, seperti Pulau Jawa dan Kalimantan.
“Kalau dari Jawa biasanya datang dua sampai tiga hari sekali, kalau dari Banjar bisa tiap hari. Harganya beda tipis saja,” katanya.
Selain cabai rawit, ia juga menjual cabai keriting yang saat ini berada di kisaran harga Rp50 ribu per kilogram, turun dari harga saat Lebaran yang sempat mencapai Rp120 ribu.
Menariknya, Ifal mengaku penjualan cabai justru cenderung lebih cepat saat harga tinggi dibandingkan saat murah.
“Kalau pengalaman, pas harga mahal malah cepat habis. Dulu waktu Rp30 ribu sampai Rp40 ribu itu susah laku, sehari paling sedikit. Sekarang bisa lebih banyak terjual,” ungkapnya.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat relatif stabil meski ada sedikit kenaikan.
“Bawang merah sekarang sekitar Rp50 ribu, biasanya Rp40 ribu. Bawang putih stabil di Rp35 ribu sampai Rp40 ribu. Kalau tomat naik, dari Rp10 ribu sekarang jadi Rp25 ribu,” jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Arifin, yang merupakan pedagang di Pasar Keramat Baamang, Sampit.
Ia menyebut harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, menandakan tren penurunan setelah lonjakan tajam sebelumnya.
"Iya sudah turun, Alhamdulillah sudah tidak semahal kemarin," bebernya.
Baca juga: Panen Cabai Rawit, Bupati Lamandau Sebut Bisa Buka Peluang Bisnis Petani
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Harga Sembako di Palangka Raya Mulai Naik, Cabai Rawit Rp 100 Ribu per Kg
Di sisi lain, seorang pembeli bernama Ningsih mengaku tetap membeli cabai meski harga masih relatif tinggi.
“Memang sudah turun, tapi masih terasa mahal. Mau tidak mau tetap beli karena kebutuhan,” ujarnya.
Penurunan harga cabai ini pun disambut baik masyarakat, meski mereka berharap harga bisa kembali normal dalam waktu dekat seiring membaiknya distribusi dan pasokan di pasaran.