Kronologi Lengkap Kebakaran SMKN 5 Semarang, Api Hanguskan Ruang AutoCAD Jurusan Arsitektur
muh radlis April 03, 2026 02:56 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Kebakaran melanda dua ruang laboratorium di SMKN 5 Semarang pada Kamis (2/4/2026) malam sekitar pukul 21.15 WIB.

Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada ruang praktik listrik dan laboratorium AutoCAD jurusan arsitektur.

Keesokan harinya, Jumat (3/4/2026), aroma hangus masih tercium kuat di sekitar lokasi kejadian.

Area terdampak kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dampak kebakaran terlihat signifikan. Kaca jendela pecah, atap bangunan ambrol, serta plafon runtuh di beberapa bagian.

Di dalam ruangan, puluhan komputer dan peralatan praktik lainnya hangus terbakar.

Sisa material yang terbakar tampak berserakan di lantai, bercampur dengan genangan air hasil proses pemadaman.

Baca juga: Drama Cinta Berujung Maut di Sragen, Wanita Muda Tewas Dicekik Kekasih

Video yang beredar juga memperlihatkan kobaran api besar melalap isi ruangan saat kejadian berlangsung.

 
Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Dalam kondisi minim pencahayaan, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan api.

Mereka bahkan menjebol kaca untuk mempercepat proses pemadaman.

Suara runtuhan material terbakar menambah suasana mencekam saat upaya pemadaman berlangsung.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

 

Kronologi

Koordinator Petugas Keamanan sekolah, Rizal DS, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari padamnya listrik secara tiba-tiba.

“Awalnya listrik tiba-tiba mati, saya cek panel. Mau saya hidupkan lagi, tapi malah ada kepulan asap banyak,” kata dia ketika ditemui, Jumat.

Rizal sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api justru semakin membesar.

“Saya langsung ambil APAR, pecahin kaca, disemprotkan, tapi tidak mati, malah tambah besar.

Pakai tiga APAR juga tidak bisa mengatasi,” imbuh dia.

Melihat kondisi tersebut, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Saya langsung telepon Damkar, alhamdulillah langsung diangkat dan meluncur hitungan menit,” ungkap dia.

 

36 Komputer Hangus, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kebakaran ini berdampak pada dua ruang laboratorium, yakni laboratorium listrik dan ruang gambar berbasis AutoCAD.

Di dalamnya terdapat sekitar 36 unit komputer dengan spesifikasi tinggi yang seluruhnya terbakar.

Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Ditaksir sama Inafis dan pihak sekolah kurang lebih hampir 200 juta, tapi belum pasti, karena satu komputer spesifikasinya di atas 10 juta,” jelas Rizal.

 Penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik.

Saat ini, lokasi kejadian telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Meski dua ruang tidak dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal di area lainnya.

Pihak sekolah juga tengah menyiapkan solusi alternatif agar siswa, khususnya dari jurusan terkait, tetap dapat melaksanakan kegiatan praktik.

“Untuk sementara praktik di lab belum memungkinkan. 

Kemungkinan siswa menggunakan laptop pribadi,” pungkas Rizal. (rez)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.