Sosok KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Gontor yang Keluarkan Maklumat Larangan Naik Motor
Putra Dewangga Candra Seta April 03, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Sosok pimpinan Pondok Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, jadi sorotan seiring dengan dikeluarkannya maklumat terbaru terkait ketertiban transportasi internal.

Kebijakan ini tertuang dalam maklumat tertanggal 31 Maret 2026 yang ditujukan bagi seluruh keluarga besar pondok.

Dalam aturan tersebut, santri, guru, maupun keluarga besar pondok yang berusia di bawah 30 tahun tidak diperkenankan mengendarai kendaraan roda dua di lingkungan pondok.

Maklumat ini menjadi bagian dari upaya penataan mobilitas harian agar lebih tertib dan aman di lingkungan pendidikan berbasis pesantren tersebut.

Disampaikan saat Pembukaan Tahun Ajaran Baru

Keputusan ini tidak hanya dituangkan secara tertulis, tetapi juga disampaikan langsung oleh pimpinan pondok saat momen penting pembukaan tahun ajaran baru.

1 SYAWAL - Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim beberapa waktu lalu. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026
1 SYAWAL - Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim beberapa waktu lalu. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 (Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum)

Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan aturan tersebut di hadapan seluruh santri dan asatidz pada Senin (30/3/2026).

“Anak-anak santri, keluarga besar Pondok Gontor. Baik Gontor Pusat, Gontor Cabang maupun Pondok alumni. Yang berusia di bawah 30 tahun tidak boleh naik kendaraan roda dua,” kata K.H Hasan Abdullah Sahal seperti yang didengarkan SURYA.CO.ID dalam rekaman yang diterima.

Baca juga: Keluarga Besar Pondok Gontor Ponorogo Larang Kendarai Motor, Keluarkan Maklumat

Pihak Pondok Minta Aturan Dipatuhi Bersama

Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Riza Azhari Zarkasyi, membenarkan keberadaan maklumat tersebut dan menekankan pentingnya kepatuhan dari seluruh pihak.

“Maklumat itu benar. Dan untuk dipatuhi bersama,” terang Riza kepada surya.co.id.

Diduga Dipicu Kecelakaan Maut Santri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan ini tidak lepas dari insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan santri beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua santri meninggal dunia saat mengendarai sepeda motor.

Kejadian ini menjadi perhatian serius pihak pondok dalam mengevaluasi sistem transportasi internal.

Skema Transportasi Baru di Lingkungan Pondok

Sebagai pengganti kendaraan roda dua, pondok menetapkan skema mobilitas yang lebih terkontrol.

Santri dan keluarga besar pondok diarahkan untuk menggunakan sepeda dalam aktivitas harian di lingkungan pondok.

Sementara itu, untuk keperluan keluar pondok, penggunaan kendaraan roda empat diperbolehkan dengan sejumlah syarat, termasuk kepemilikan SIM dan registrasi resmi di Bagian Transportasi Pondok.

Guru serta mahasiswa yang memiliki aktivitas di luar pondok juga akan difasilitasi kendaraan operasional oleh pihak pondok.

Isi Lengkap Maklumat Pondok Gontor

Berikut isi maklumat resmi yang diterbitkan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor:

MAKLUMAT No: 4/PMDG/k-01/X/1447

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Dengan ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan maklumat sebagai berikut:

  • Tidak memperkenankan bagi seluruh keluarga besar PMDG yang berusia di bawah 30 tahun untuk mengendarai kendaraan bermotor roda 2 (dua).
  • Mobilisasi harian di dalam lingkungan PMDG dapat menggunakan sepeda,
  • Bagi yang memiliki hajat ke luar pondok, supaya mengendarai kendaraan bermotor roda 4 (empat) serta wajib memiliki SIM dan terdaftar di Bagian Transportasi Pondok.
  • Guru yang bertugas di sektor luar pondok, akan difasilitasi mobil oleh Bagian Transportasi Pondok untuk pulang-pergi ke pondok. Begitupun Mahasiswa UNIDA yang berhajat menuju Kampus A, Siman.

Demikian maklumat ini disampaikan, agar menjadi maklum adanya,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Gontor, 12 Syawwal 1447 / 31 Maret 2026

Kebijakan ini menandai langkah tegas Pondok Gontor dalam meningkatkan keselamatan dan kedisiplinan di lingkungan pesantren.

Dengan aturan baru ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan sekaligus menciptakan budaya hidup yang lebih tertib dan aman bagi seluruh warga pondok.

Sosok KH Hasan Abdullah Sahal

Dikutip SURYA.co.id dari laman gontor.ac.id, KH Hasan Abdullah Sahal lahir di desa Gontor 24 Mei  1947.

Ia adalah putera keenam dari KH Ahmad Sahal. KH Ahmad Sahal adalah salah seorang dari tiga Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

KH Hasan Abdullah Sahal menyelesaikan pendidikan dasar (SD) di  Gontor tahun 1959.

Tiga bulan sebelum menyelesaikan SD, beliau telah diterima di KMI  Pondok Modern Gontor.

Selesai KMI tahun 1965, Hasan Abdullah Sahal melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin IPD sekaligus mengajar di KMI selama dua setengah tahun.

Pada tahun 1967 beliau mendapat kesempatan melanjutkan studi di Fakultas Da’wah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah. Pada tahun 1992 mengambil spesialisasi Hadits di Universitas Al-Azhar Mesir.

Pengalaman Organisasi:

1. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (1985 – sekarang). Ditunjuk sebagai Pimpinan Pondok pertama kali bersama dengan K.H. Shoiman Luqmanul Hakim dan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.. Saat ini memimpin Pondok Modern Darussalam Gontor bersama 2 orang lainnya Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, Drs. K.H. Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.

2. Pendiri Pondok Pesantren Putri al-Mawaddah Coper Jetis Ponorogo tahun 1989.

3. Pendiri dan Pengasuh Pondok Tahfidz Qur’an al-Muqoddasah Nglumpang Mlarak tahun 1992.

4. Dosen ISID (1977 – sekarang)

Pengalaman ke Luar Negeri:

1. Mengikuti Seminar Bahasa Arab di Brunei Darussalam tahun 1993.

2. Da’wah di Malaysia tahun 1999, Hongkong tahun 1999 dan 2000, Korea Selatan tahun 1999, dan Jepang tahun 2001

3. Kunjungan luar negeri lainnya, yaitu ke Singapura tahun 1999;  Jordan, Syiria, Israel, Turki, Jerman, Prancis, dan Belgia tahun 2002; Australia tahun 2003; dan Saudi Arabia, Mesir, Thailand, India, serta Pakistan.

Karya Tulis:

  • Membina Keluarga Muslim.
  • Pegangan Para Qori’.
  • Obsesi Hasan Abdullah Sahal.
  • Ceramah-ceramah Kontemporer.
  • Allamatnil Hayah (Kehidupan Mengajariku I, II, dan III).

(Pramita Kusumaningrum/Putra Dewangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.