Harga Emas Tiga Merek 3 April 2026: Antam Melonjak Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Turun
Rusaidah April 03, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Update harga emas Antam, Galeri 24 hingga UBS Jumat 3 April 2026.

Pada akhir bulan Maret 2026, harga emas tiga merek Antam, Galeri 24 dan UBS yang sebelumnya tembus Rp 3 juta lebih per gram sempat anjlok mengalami penurunan harga.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24 pada Jumat (3/4/2026) pagi, harga emas hari ini mengalami fluktuasi.

Kenaikan maupun penurunan harga emas ini bisa terjadi karena fluktuasi merupakan perubahan harga secara tidak tetap (naik-turun) dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Harga Token Listrik April 2026, Beli Rp20 Ribu, Rp50 Ribu, Rp100 Ribu Dapat kWh Segini 

Penurunan harga itu terjadi pada pekan keempat bulan Maret 2026 di mana harga emas anjlok dari harga tembus Rp 3 jutaan kini turun harga menjadi Rp2 jutaan.

Pada awal bulan April 2026 ini harga emas kembali melonjak menunjukkan tren positif, namun kini kembali mengalami fluktuasi

Per hari ini emas Galeri 24 dan UBS misalnya setelah sempat naik kini kembali turun harga meski tak signifikan.

Berbeda dengan emas Galeri 24 dan UBS, emas Antam justru masih merangkak naik.

Untuk diketahui naik atau turunnya harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta dinamika permintaan pasar domestik atau tinggi-rendahnya peminat.

Emas di Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, Jumat (13/2/2026).
Emas di Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, Jumat (13/2/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Kenaikan dan penurunan harga emas ini perlahan tapi kenaikan harganya pasti dalam jangka panjang konsisten.

Berikut simak selengkapnya daftar harga emas hari ini Jumat 3 April 2026 dilansir dari laman resmi Antam, Pegadaian dan Galeri 24.

Harga Emas Antam

0.5 gram Rp1.572.000
1 gram Rp3.039.000
2 gram Rp6.016.000
3 gram Rp8.998.000
5 gram Rp14.961.000
10 gram Rp29.864.000
25 gram Rp74.529.000
50 gram Rp148.975.000
100 gram Rp297.869.000

Harga Emas Galeri 24

0,5 gram: Rp1.523.000
1 gram: Rp2.903.000
2 gram: Rp5.736.000
5 gram: Rp14.235.000
10 gram: Rp28.395.000
25 gram: Rp70.605.000
50 gram: Rp141.097.000
100 gram: Rp282.054.000
250 gram: Rp703.402.000
500 gram: Rp1.406.802.000
1.000 gram: Rp2.813.603.000

Harga Emas UBS

0,5 gram: Rp1.577.000
1 gram: Rp2.917.000
2 gram: Rp5.789.000
5 gram: Rp14.304.000
10 gram: Rp28.459.000
25 gram: Rp71.005.000
50 gram: Rp141.720.000
100 gram: Rp283.328.000
250 gram: Rp708.109.000
500 gram: Rp1.414.556.000

Cicil Emas Strategi di Tengah Fluktuasi Harga

Pergerakan harga emas yang sempat menyentuh Rp3 juta per gram kini memasuki fase koreksi. 

Harga emas global pada akhir Maret 2026 menunjukkan tren pemulihan teknikal ke level US$4.526 per ons troi setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam berada di kisaran Rp2.937.000 per gram. 

Baca juga: Nasib Terkini Danke Rajagukguk, Kajari Jadi Sorotan di Kasus Amsal Sitepu, Harta Minus Rp140 Juta

Kondisi ini dinilai sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mencicil investasi emas.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan koreksi harga saat ini merupakan hal wajar setelah lonjakan signifikan sebelumnya.

Rizaldy menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu harga benar-benar turun dalam, melainkan mulai mencicil pembelian emas secara bertahap.

“Bagi masyarakat, kondisi saat ini justru dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas secara bertahap. Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujar praktisi keuangan ini, Senin (30/3/2026). 

Ia menyebut, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun masyarakat perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi.

“Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan pada tujuan keuangan jangka panjang,” pungkasnya.

Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini mencerminkan pola “koreksi sehat” di pasar, dengan aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju harga, meski secara fundamental emas masih ditopang kondisi global yang tidak menentu.

“Pergerakan harga emas saat ini menunjukkan pola koreksi sehat setelah sebelumnya mengalami rally yang cukup tinggi hingga menembus Rp3 juta per gram. Koreksi ke kisaran Rp2,8 juta mencerminkan adanya profit taking di pasar, namun secara fundamental, emas masih didukung oleh ketidakpastian global dan permintaan sebagai aset safe haven,” jelasnya.

Rizaldy menambahkan, peluang harga emas kembali menguat tetap terbuka. 

Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kembali menguji level Rp3 juta per gram jika tekanan geopolitik dan ekonomi global berlanjut.

“Di sisi lain, jika tensi geopolitik dan tekanan ekonomi global berlanjut, emas berpotensi kembali menguat dan menguji level Rp3 juta per gram. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor suku bunga dan pergerakan dolar,” katanya.

Dalam jangka pendek, ia tidak menutup kemungkinan harga emas menyentuh Rp2,5 juta per gram, terutama jika terjadi penguatan dolar AS atau kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

“Namun, selama kondisi geopolitik dan ekonomi global masih tidak stabil, tren jangka menengah emas cenderung tetap menguat dan berpotensi kembali menembus Rp3 juta per gram,” tambahnya.

Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global.

Melonjak Lebih dari 3 Persen

Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB, meski masih berada di jalur penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008. 

Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme meredanya konflik di Timur Tengah. 

Namun, kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan serta ekspektasi suku bunga tinggi akibat dampak perang masih membebani logam mulia tersebut. 

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 3,2 persen menjadi 4.652,31 dollar AS per ons, level tertinggi sejak 20 Maret. 

Baca juga: Lokasi 2 SPBU Aset Pribadi Tersangka Yuyu Dilabeli Segel Sitaan Kejari Bangka Selatan

Sementara kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 2,7 persen ke posisi 4.678,60 dollar AS per ons. Penguatan emas juga terjadi seiring pelemahan dollar AS. 

Melemahnya dollar AS membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning ini.

"Reli emas saat ini cukup menggembirakan dan didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap deeskalasi di Timur Tengah. Namun, masih perlu melihat kinerja kenaikan lebih lanjut untuk memastikan ini menjadi tren berkelanjutan," ujar Wakil Presiden sekaligus analis senior logam di Zaner Metals, Peter Grant. 

"Dalam jangka panjang, tren dasarnya tetap bullish, dengan dukungan fundamental utama seperti de-dolarisasi dan pembelian oleh bank sentral yang masih berlangsung," imbuh dia. 

Di sisi lain, laporan The Wall Street Journal menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu dalam konflik tersebut dan memperingatkan Iran bahwa perang bisa semakin intens jika tidak tercapai kesepakatan. 

Adapun sepanjang Maret 2026, harga emas tercatat turun sekitar 11,8 persen, tertekan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Kenaikan harga energi tersebut membuat pelaku pasar kembali menilai arah suku bunga. Meski emas dikenal sebagai aset aman (safe haven) saat inflasi dan ketidakpastian, namun suku bunga tinggi membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil. 

Dari sisi proyeksi, BMI mempertahankan perkiraan harga emas tahun 2026 di rata-rata 4.600 dollar AS per ons. 

Sementara itu, Goldman Sachs masih memproyeksikan harga emas dapat mencapai 5.400 dollar AS per ons pada akhir 2026.

Kenaikan Tiga Hari Berturut-turut

Harga emas naik pada perdagangan Rabu (1/4/2026) pagi. 

Mengutip Bloomberg, pukul 06.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2026 di Commodity Exchange ada di level US$ 4.716,40 per ons troi, naik 0,81?ri sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.678,60 per ons troi.

Emas di Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, Jumat (13/2/2026).
Emas di Galeri 24 Pegadaian Pangkalpinang, Jumat (13/2/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Harga emas naik tiga hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.

Baca juga: Praka Farizal Ternyata Gugur saat Salat Isya, Detik-detik Artileri Jatuh di Masjid Pos PBB Lebanon

Baca juga: Kronologi Detik-detik Kapten Inf Zulmi Gugur Diserang Israel saat Jemput Jenazah Praka Farizal

Mengutip Bloomberg, Trump mengisyaratkan bahwa AS telah mencapai Sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan kepada negara lain untuk menyelesaikan masalah di Selat Hormuz.

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengutip Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Republik Iran siap mengakhiri perang jika tuntutan terpenuhi.

Hagra emas Batangan turun hamper 12 persen pada Maret. Konflik di Timur Tengah yang kini memasuki pekan kelima telah mengacaukan pasar global, mengancam pasokan energi dan memicu kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan.

(Kompas.com/Yohana Artha Uly, Aprillia Ika) ((Tribunjabar.id/Hilda Rubiah/Nappisah) (Kontan/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.