Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Furmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sembirang Ahmadi mengapresiasi laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bank NTB Syariah tahun 2025.
Menurutnya kinerja bank pembangunan daerah (BPD) ini menunjukkan trend positif yakni dengan tumbuhnya aset sebesar Rp17,3 triliun.
Kemudian dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp14,05 triliun, giro melonjak hampir 100 persen dan laba mulai pulih pada awal tahun 2026.
Namun politisi partai kebangkitan sejahtera (PKS) ini menyampaikan, gangguan cyber yang terjadi beberapa waktu lalu harus menjadi perhatian serius.
Baca juga: Bank NTB Syariah Dukung Operasional 10 Koperasi Desa Merah Putih Melalui Bantuan Sarana Prasarana
"Karena ke depan keamanan IT dan cyber security harus jadi prioritas utama direksi baru, sudah waktunya dibentuk direktorat khusus IT," ujarnya.
Ia mengatakan sistem keamanan yang dibangun ke depannya harus mampu mencegah, bukan cuma merespons.
Karena ini menjadi kunci kepercayaan publik ke depan dengan sistem yang kuat dan transparan.
Sembirang juga mengatakan agar bank ini mengurangi pembiayaan konsumtif dan meningkatkan pembiayaan produktif yang saat ini masih lemah menurutnya.
Ia optimis dengan pembenahan ini Bank NTB bisa bangkit lebih kuat dan menjadi motor pemerintah daerah.
"Saya optimis dengan perbaikan tata kelola, khususnya di aspek digital dan risiko. Bank NTB Syariah bisa bangkit lebih kuat dan menjadi motor ekonomi daerah," pungkasnya.
(*)