Kampanye Anti Perang Jadi Alasan Dubes Iran Temui Jusuf Kalla, Jokowi, hingga Tokoh Islam RI
Nanda Lusiana Saputri April 03, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai tokoh nasional Indonesia, mulai dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), hingga tokoh Islam RI turut ditemui oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Menurut Boroujerdi pertemuannya dengan tokoh nasional Indonesia bertujuan untuk menyerukan kampanye anti-perang terhadap Iran.

Terlebih di tengah situasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kini masih memanas.

Boroujerdi juga ingin agar Indonesia ikut mengkampanyekan seruan anti-perang terhadap Iran tersebut.

"Kami ingin dari mereka (Indonesia) supaya (ikut) dalam kampanye anti-perang terhadap Iran ini dapat membantu kami agar kita dapat menjadi suara yang wahid untuk melawan serangan ini," kata Boroujerdi di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026), dilansir Kompas.com.

Tak hanya itu, Boroujerdi pun mengharapkan agar para ulama di Indonesia bisa ikut mendoakan Iran yang kini tengah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.

"Doa dari para ulama untuk kemerdekaan bangsa saya yang dizalimi oleh dua negara nuklir. Harapan kami adalah doa dan seruan persatuan umat Islam dalam menghadapi musuh bersama," ungkap Boroujerdi.

Tak lupa Boroujerdi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tokoh-tokoh nasional Indonesia yang memberikan ungkapan belasungkawa dan rasa keprihatinan mereka atas apa yang dialami Iran.

Boroujerdi juga turut membagikan informasi terkini terkait kondisi di Iran serta dugaan kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat-Israel.

"Saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran sebagai perwakilan Iran sudah selayaknya untuk menyampaikan untuk membalasnya dengan menyampaikan rasa terima kasih."

"Di samping itu juga memberikan semacam laporan terkait peristiwa, terkait hal terakhir yang terjadi di wilayah atau di negara saya terhadap tokoh-tokoh yang sebelumnya menyampaikan belasungkawanya kepada kami," imbuhnya.

Baca juga: Dubes Iran: Umat Islam Wajib Bersatu Hadapi Amerika-Israel

Dubes Iran Temui Jokowi

DUBES IRAN TEMUI JOKOWI - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan itu, Dubes Iran meminta nasihat Jokowi terkait perang Israel-AS dan dampaknya bagi rakyat Iran.
DUBES IRAN TEMUI JOKOWI - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan itu, Dubes Iran meminta nasihat Jokowi terkait perang Israel-AS dan dampaknya bagi rakyat Iran. (Dok. Kedubes Iran untuk Indonesia)

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menemui Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).

Pertemuan ini berlangsung hangat dengan agenda membahas konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Boroujerdi meminta nasihat kepada Jokowi yang memiliki pengalaman memimpin diplomasi Indonesia selama 10 tahun.

Ia berharap pandangan Jokowi dapat membantu Iran menghadapi dampak kemanusiaan dan ekonomi akibat perang. 

“Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya,” tulis Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia.

Dalam pernyataan resmi, Kedubes Iran menyebut Jokowi mendukung rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan dari agresi militer Israel dan AS.

“Beliau juga menyampaikan harapan akan kesehatan, kemenangan, dan kesejahteraan bagi rakyat Iran, serta berharap agar perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke kawasan,” kata pihak Kedubes.

Baca juga: Bertemu Tokoh Islam di Indonesia, Dubes Iran: AS-Israel Lakukan Pelanggaran Berat yang Tak Terhitung

Dubes Iran Temui JK Minta Bantuan Obat-obatan

BANTUAN IRAN - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK), di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu siang (18/3/2026).
BANTUAN IRAN - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK), di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu siang (18/3/2026). (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Mohammad Boroujerdi melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026) siang. 

Pertemuan dilakukan dalam rangka koordinasi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada korban sipil warga Iran yang terdampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Turut hadir menemani JK, Sudirman Said selaku Ketua Bidang Organisasi PMI, dan Fachmi Idris selaku Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI.

Dalam dialog, Boroujerdi menyampaikan daftar bantuan yang dibutuhkan Iran untuk urusan kemanusiaan.

Mayoritas adalah obat-obatan dan peralatan kesehatan. Daftar ini yang nantinya dipenuhi PMI sebagai bantuan.

"Maka kita putuskan sesuai dengan kebutuhan daripada Iran, obat-obatan yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan di sana," kata JK dalam konferensi pers setelah pertemuan. 

Baca juga: Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Halal Bihalal ke Rumah Megawati

Nantinya daftar bantuan tersebut tidak dikirim dari Indonesia. Tapi PMI bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah setempat. 

Barang-barang bantuan akan dibeli dari negara-negara yang berbatasan atau tetangga dengan Iran seperti Pakistan maupun Turki.

Selain karena lebih murah, pengiriman bantuan juga akan lebih cepat.

"Itu ternyata suratnya (daftar bantuan) ke pemerintah, ke Menteri Kesehatan. Jadi nanti saya bicara ke Menteri Kesehatan bagaimana koordinasinya," ujar JK.

JK menerangkan permintaan bantuan ini datang dari Iran yang mengaku kesulitan karena begitu banyak korban berjatuhan akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini menyampaikan pemenuhan kebutuhan tersebut merupakan urusan kemanusiaan yang akan dipenuhi oleh Indonesia.

Baca juga: Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Minta Nasihat Soal Perang Israel-AS

Tokoh Islam Indonesia juga Turut Ditemui Dubes Iran

DUBES IRAN - Dalam Foto: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
DUBES IRAN - Dalam Foto: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Tak hanya Jokowi dan JK, Mohammad Boroujerdi juga bertemu dengan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama sejumlah tokoh Muslim Indonesia lainnya di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026) siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Din Syamsuddin itu, Boroujerdi menyatakan Israel telah melakukan pelanggaran dalam pelanggaran yang tidak sesuai dengan Piagam PBB yang ditandatangani pada 26 Juni 1945 serta bertujuan menjaga perdamaian dunia, menegakkan HAM, dan hukum internasional.

"Kita menyaksikan berbagai pelanggaran. Penyerangan AS-Israel sendiri adalah pelanggaran," kata Mohammad Boroujerdi, melalui penerjemahnya, dikutip dari tayangan KompasTV.

"Ketika kemudian terjadi perang, dalam perang itu juga mereka melakukan pelanggaran dalam pelanggaran dan tidak sesuai dengan Piagam PBB sejak masa penyerangan pertama."

Baca juga: Dubes Iran Cerita Warganya Tak Bisa Rayakan Idul Fitri Imbas Peperangan yang Belum Reda

Selanjutnya, Boroujerdi menyebutkan satu per satu pelanggaran yang dilakukan Israel, misalnya waktu serangan yang dilakukan saat berlangsungnya bulan suci Ramadan.

Kemudian, serangan yang menargetkan pimpinan negara, di mana Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader) Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026, serta para petinggi Iran lain yang turut tewas seperti Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour, dan lainnya.

Lalu, serangan terhadap tempat suci termasuk masjid, fasilitas pendidikan (sekolah, universitas), infrastruktur penting, tempat wisata, hingga tempat-tempat bersejarah.

Selanjutnya, Boroujerdi menyoroti pencemaran lingkungan yang timbul akibat operasi militer yang bernama Operation Epic Fury ini sebagai bentuk pelanggaran yang dilakukan Israel.

Serangan yang menargetkan warga sipil juga disebut Boroujerdi tak lepas dari pelanggaran Israel. 

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rizkianingtyas Tiarasari/Danang Triatmojo)(Kompas.com/Firda Janati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.