Hujan Deras Picu Banjir di Batipuh Tanah Datar, Jalan Lintas Padang Panjang-Solok Terganggu
Rahmadi April 03, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Jorong Kubu Karambia, Nagari Batipuh Baruh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan banjir yang sempat mengganggu aktivitas warga, Jumat (3/4/2026).

Banjir tersebut bahkan meluap hingga ke badan Jalan Lintas Padang Panjang–Solok, tepatnya di sekitar SMA Negeri 1 Batipuh. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat tersendat karena kendaraan harus melintas secara bergantian.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial melalui akun @pdg24jam, terlihat arus air cukup deras menerjang kawasan tersebut, bahkan menggenangi jalan utama dan sejumlah bangunan di sekitarnya.

Wali Jorong Kubu Karambia, Mega, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang telah berlangsung sejak malam hari.

“Iya benar, tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB terjadi banjir yang meluap hingga ke jalan utama karena tingginya intensitas hujan sejak malam hari,” ujarnya.

Baca juga: Suhatman Iman Minta Semen Padang FC Tampil Menyerang 60 Persen saat Jamu Persib Bandung di GHAS

Menurut Mega, banjir tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 10.00 WIB, debit air mulai surut dan kondisi lalu lintas kembali normal.

Ia menjelaskan, meluapnya air disebabkan oleh kapasitas drainase yang terbatas serta adanya penyumbatan akibat tumpukan sampah dan material kayu.

“Aliran drainase itu kecil, ditambah banyak sampah dan kayu besar yang menyumbat, sehingga air meluap ke jalan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 10 rumah warga terdampak. Meski demikian, genangan air hanya merendam bagian lantai rumah dan tidak menimbulkan kerusakan berat.

“Ada sekitar 10 rumah yang terdampak, namun tidak terlalu parah, hanya merendam lantai. Beberapa barang warga juga ada yang hanyut,” ungkapnya.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 3 April 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Pukul 19.00 WIB

Mega menambahkan, tidak ada warga yang diungsikan karena air cepat surut. Saat ini, masyarakat setempat telah melakukan gotong royong untuk membersihkan sisa material banjir, terutama di saluran drainase.

Meski demikian, ia berharap adanya penanganan jangka panjang dari pihak terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa, terutama dengan perbaikan sistem drainase.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat memicu terjadinya banjir.

“Kalau hujan kembali tinggi, kemungkinan warga akan kita evakuasi demi keselamatan. Untuk itu, kami juga berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.