Trump Lepas Tanggung Jawab soal Pengamanan Pelayaran di Selat Hormuz, 40 Negara Gelar Rapat Darurat
Agilio OktoViasta April 03, 2026 05:42 PM

Ia menyebut mobilisasi internasional jadi kunci dalam menjaga stabilitas jalur energi dunia.

Menariknya, Amerika Serikat tidak ikut serta dalam pembahasan penting tersebut.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan Selat Hormuz bisa terbuka secara alami tanpa intervensi besar.

Ia juga meminta negara pengguna jalur itu mengambil peran aktif menjaga keamanan wilayah.

Pernyataan itu berbeda dengan pandangan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Macron menilai opsi militer untuk menguasai selat bukan solusi yang realistis dan berisiko tinggi.

Ia mengingatkan ancaman dari pasukan Iran serta potensi serangan rudal di kawasan tersebut.

Penutupan selat oleh Iran berdampak besar karena jalur ini vital bagi distribusi minyak global.

Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati wilayah tersebut setiap harinya.

Lonjakan harga energi kini mendorong negara Eropa mempertimbangkan pembentukan koalisi keamanan.

Juru bicara militer Prancis, Guillaume Vernet, menyebut proses akan dilakukan secara bertahap.

Ia menekankan perlunya koordinasi laut, udara, serta sistem berbagi intelijen antar negara.

Koalisi ini bertujuan memberi rasa aman bagi kapal dan menekan biaya asuransi pelayaran.

Namun, kerja sama dengan Iran tetap diperlukan meski dinilai sulit tercapai dalam waktu dekat.

Saat ini, Inggris dan Prancis memimpin tahap awal pembentukan koalisi tersebut.

Pembahasan lanjutan terkait rencana militer dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.





© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.