TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Ratusan umat Katolik memadati perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Rantepao, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2026) malam.
Perayaan ini menjadi bagian awal dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah, yang dilaksanakan mulai Kamis Putih hingga Sabtu Suci, sebagai persiapan menyambut Hari Raya Paskah.
Uskup Emeritus, Dr. Petrus Boddeng Timang, yang memimpin perayaan Ekaristi, menjelaskan bahwa Kamis Putih memiliki makna mendalam bagi umat Katolik, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Kamis Putih mengingatkan kita pada Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya, termasuk teladan saat Ia membasuh kaki para murid,” ujarnya usai misa.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan wujud kerendahan hati dan pelayanan tanpa syarat.
Yesus, sebagai guru, justru mengambil peran sebagai pelayan.
Selain itu, dalam peristiwa Perjamuan Terakhir, Yesus juga menetapkan Ekaristi melalui roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya.
Peristiwa ini menjadi dasar perayaan misa dalam Gereja Katolik hingga saat ini.
“Roti dan anggur bukan sekadar simbol, tetapi menjadi kenangan akan pengorbanan Yesus demi keselamatan manusia,” jelasnya.
Ia mengajak umat untuk tidak hanya mengikuti perayaan secara lahiriah, tetapi juga menghidupi nilai kasih, pengampunan, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah sikap egoisme dan menurunnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Pesan Kamis Putih adalah melayani dan mengasihi tanpa pamrih. Ini yang harus kita wujudkan dalam kehidupan nyata,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sekecil apa pun tindakan kebaikan tetap memiliki nilai di hadapan Tuhan.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi umat dalam mengikuti rangkaian Pekan Suci, namun mengingatkan agar semangat tersebut tidak berhenti pada perayaan semata.
“Jangan hanya ramai saat ibadah, tetapi lupa mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia berharap, melalui perayaan ini, umat dapat menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan, baik di keluarga, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat.(*)