Maknai Penderitaan Yesus, Umat Paroki St Gregorius Agung Jambi Ikut Panggul Salib di Jumat Agung
Suci Rahayu PK April 03, 2026 05:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, Jambi – Ratusan umat Katolik di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi menggelar ibadat Jalan Salib dalam rangka memperingati Jumat Agung pada hari ini, Jumat (3/4/2026). 

Momen ini menjadi puncak permenungan atas sengsara dan wafat Yesus Kristus, di mana umat diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut bersolidaritas memanggul beban salib.

Perarakan Mengelilingi Gereja

Ibadat dimulai dengan perarakan yang khidmat. 

JALAN SALIB -  Ratusan umat Katolik di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi menggelar ibadat Jalan Salib dalam rangka memperingati Jumat Agung pada hari ini, Jumat (3/4/2026).
JALAN SALIB - Ratusan umat Katolik di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi menggelar ibadat Jalan Salib dalam rangka memperingati Jumat Agung pada hari ini, Jumat (3/4/2026). (Tribunjambi.com/Darwin Sijabat)

Umat bergerak dari sisi kiri Gereja, berjalan perlahan menuju area belakang, hingga mengelilingi sisi kanan gedung Gereja. 

Di sepanjang rute tersebut, terdapat 14 perhentian yang melambangkan setiap tahapan kisah sengsara Yesus menuju Bukit Golgota. 

Di setiap perhentian, suasana terasa haru saat seluruh umat tertunduk dan bersujud untuk berdoa dan merenung.

Baca juga: Besok Bank Jambi Buka, Layani Penggantian Kartu ATM dan Pin

Baca juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April–Juni 2026, Begini Cara Cek Statusnya

Simbol Solidaritas: Memikul Beban Bersama

Angle utama dalam pelaksanaan Jalan Salib tahun ini adalah keterlibatan langsung umat dalam memanggul salib. 

Hal ini ditegaskan oleh Diakon Fransiskus Mujiono, SCJ, yang menyampaikan kehadiran salib di tengah umat merupakan simbol penderitaan nyata manusia yang disatukan dengan pengorbanan Kristus.

"Simbolis yang ditampakkan di sini adalah salib yang dipanggul bersama dengan umat, di mana umat itu sendiri juga ikut bersama-sama untuk bersolidaritas," ujar Diakon Fransiskus Mujiono, SCJ.

Beliau menambahkan bahwa salib tersebut bukan sekadar kayu atau simbol mati, melainkan representasi dari beban penderitaan hidup sehari-hari. 

Dengan memanggulnya bersama-sama, umat diingatkan untuk peduli terhadap penderitaan sesama.

Menuju Kemenangan Paskah

Lebih lanjut, Diakon Fransiskus menjelaskan bahwa melalui Jumat Agung ini, umat diajak menyadari bahwa manusia yang lemah membutuhkan Tuhan untuk meringankan beban hidup. 

Penderitaan yang direnungkan hari ini merupakan pintu masuk menuju hari kebangkitan.

"Awal Jumat Agung ini menjadi penanda bahwa kita sebagai manusia yang lemah butuh juga bersama-sama memanggul salib, agar kita merasa ringan bebannya bersama Yesus Kristus yang menderita sampai wafat di salib," pungkasnya.

Setelah melewati masa sengsara di Jumat Agung ini, Gereja Katolik Santo Gregorius Agung Jambi akan bersiap memasuki perayaan malam Paskah besok untuk merayakan kemenangan Kristus atas maut. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April–Juni 2026, Begini Cara Cek Statusnya

Baca juga: Promo Sports Station, Converse, Adidas di Jamtos Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.