Kisah Ucu Warga Balikpapan yang Ubah Sampah Plastik jadi Solar, Serap Tenaga Kerja hingga Taat Pajak
Budi Susilo April 03, 2026 06:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ucu Allpaeruzzabadi, warga Balikpapan membuat kreasi mesin suling yang bisa mengubah sampah plastik bisa menjadi bahan bakar solar, Jumat (3/4/2026). 

Kali ini TribunKaltim.co berkesempatan sambangi bengkelnya di Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pantauan TribunKaltim.co, di garasi bengkel, mesin penyuling solar tergeletak di atas lapisan cor-coran beton. Alatnya terlihat terawat, tidak berkarat, semuanya berbahan dari lempengan besi.

Ada alatnya yang berbentuk kubus persegi panjang untuk tempat memasak sampah dan silinder pada bagian bawahnya sebagai sumber penyulingan dan proses pemanasan sampah. 

Baca juga: DPRD Kutim Ingatkan Risiko Buaya dan Sampah Plastik di Wisata Lebaran, Minta Pengunjung Waspada

"Saya rancang sendiri, dari bahan-bahan yang tidak terpakai. Benda-benda tidak terpakai saya rakit," tutur Ucu yang punya hobi olahraga tenis ini.  

Alat mesin pencipta bahan bakar tersebut tidak untuk produksi solar secara masif, hasil olahan bahan bakarnya tidak diperjual bebaskan, hanya digunakan untuk konsumsi sendiri. 

Menurut Acu, adanya alat penyuling ini bisa membantu menekan produksi pengolahan pencacah sampah yang berbahan bakar solar.

OLAH SAMPAH PLASTIK - Ucu Allpaeruzzabadi, membuat mesin pengolahan sampah yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar solar di lokasi bengkelnya, Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara ini, hasil olahan solarnya dikonsumsi sendiri untuk operasional alat mesin pencacah sampah plastik di Balikpapan. 
OLAH SAMPAH PLASTIK - Ucu Allpaeruzzabadi, membuat mesin pengolahan sampah yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar solar di lokasi bengkelnya, Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara ini, hasil olahan solarnya dikonsumsi sendiri untuk operasional alat mesin pencacah sampah plastik di Balikpapan.  (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Jadi katanya, untuk menggerakan mesin tidak perlu harus belanja bahan bakar secara besar-besaran, sebab solar bisa diproduksi sendiri, efisiensi bisa dicapai. 

"Sampah plastiknya ada banyak di sini, bisa diolah jadi solar," tuturnya.

Membuat alat penyuling tersebut karena dilatarbelakangi oleh pekerjaan Ucu di bidang teknik mesin.

Baca juga: Kerap Angkut Sampah Plastik, Dinas PUPR Kaltim Ingatkan Warga tak Buang Sampah Sembarangan

Sebelum dirinya pensiun dan fokus ke bisnis pengolahan sampah plastik, Ucu bekerja di perusahaan perminyakan plat merah. 

"Ditempatkan di bagian operator alat kilang. Sudah biasa berhadapan dengan mesin-mesin. Punya bekal, rancang dan buat sendiri ini alatnya sulingnya," kata Ucu, yang kini beranak dua.  

20260403_Mesin Pencacah Sampah Milik Ucu Balikpapan
PENGOLAHAN SAMPAH BALIKPAPAN - Ucu Allpaeruzzabadi, tunjukkan rakitan mesin pencacah sampah plastik di bengkelnya, Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/4/2026). Sampah yang dicacah dan dibuat jadi lembaran dikirim ke Kota Surabaya untuk jadi barang bernilai. Lewat kegiatan ini, Ucu mampu ciptakan lapangan kerja di Kota Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Mampu Serap Tenaga Kerja hingga Bayar Pajak

Sampah jadi berkah, sampah bisa diolah jadi cuan yang menggiurkan. Inilah prinsip hidup yang dipegang oleh warga Balikpapan, Ucu Allpaeruzzabadi, dalam menggeluti usaha pengolahan sampah plastik di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Dirinya membuka bengkel pengolahan sampah di Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.

Bergelut dengan sampah plastik bukan seumuran jagung, saat itu Acu memulainya sekitar tahun 2010 dan hingga kini masih terus berlangsung, eksis sampai sekarang.

Dari tangan dingin Ucu itu, bengkelnya bisa mengolah sampah rata-rata capai 20 ton per bulan dengan pendapatan bersih sekitar Rp15 juta dengan berbendera CV. Duta Karya Alam. 

Baca juga: Sampah Plastik Ancam Ekologi Samarinda, Wali Kota Andi Harun Tekankan Perubahan Budaya Masyarakat

"Modal awal yang saya keluarkan sampai ratusan juta rupiah, untuk alat-alatnya, lahan, tempat," tutur pria kelahiran Bogor, 9 Februari 1968 ini. 

Sampah yang diolah adalah jenis plastik, seperti di antaranya, botol bekas minuman hingga perabotan plastik pecah.

"Ini bukan karena mau mengatasi persoalan sampah tetapi memang ada untungnya juga maka saya geluti ini, fokus, dibuat profesional, ada tenaga kerjanya," kata Ucu, yang tinggal di Kampung Timur Balikpapan ini.   

Saat sampah plastik sudah banyak ditampung, Ucu pilah-pilah.

Bila cocok maka langkah berikutnya dicacah jadi biji-biji, atau hanya sekadar dibuat gepeng dalam bentuk lembaran. 

Baca juga: Sejarah 21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional, Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif

Lalu dikirim ke Kota Surabaya untuk diolah lagi jadi benda lebih bernilai.

"Saya bisa mempekerjakan serap tenaga kerja. Bisa bayar pajak juga ke negara dari hasil usaha saya," kata Ucu, pria berkacamata ini. 

Informasi yang diungkapkan ke TribunKaltim.co, disebutkan Ucu, pajak yang dibayar ke negara masuk kategori pajak jenis usaha dengan hitungan per bulan dirinya setor sekitar Rp 1,5 juta per bulan.

"Selain bisa bayar pajak, kadang, saya bisa juga berkesempatan berikan dana sosial ke warga di sekitar sini. Ini semua dari hasil pengolahan sampah ini," tutur Ucu.  

20260403_Olah Sampah Plastik di Balikpapan Kaltim 2026
PENGOLAHAN SAMPAH BALIKPAPAN - Ucu Allpaeruzzabadi, tunjukkan tumpukan sampah plastik untuk diolah jadi barang bernilai di lokasi bengkelnya, Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/4/2026). Sampah yang dicacah dan dibuat jadi lembaran dikirim ke Kota Surabaya untuk jadi barang bernilai. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Daftar Serapan Tenaga Kerja:

  • Mitra pemulung sekitar ada puluhan orang
  • Karyawan operator mesin 5 orang
  • Pegawai administrasi 1 orang
  • Pegawai pemilah 1 orang

(TribunKaltim.co/Budi Susilo)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.