TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ucu Allpaeruzzabadi, warga Balikpapan membuat kreasi mesin suling yang bisa mengubah sampah plastik bisa menjadi bahan bakar solar, Jumat (3/4/2026).
Kali ini TribunKaltim.co berkesempatan sambangi bengkelnya di Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Pantauan TribunKaltim.co, di garasi bengkel, mesin penyuling solar tergeletak di atas lapisan cor-coran beton. Alatnya terlihat terawat, tidak berkarat, semuanya berbahan dari lempengan besi.
Ada alatnya yang berbentuk kubus persegi panjang untuk tempat memasak sampah dan silinder pada bagian bawahnya sebagai sumber penyulingan dan proses pemanasan sampah.
Baca juga: DPRD Kutim Ingatkan Risiko Buaya dan Sampah Plastik di Wisata Lebaran, Minta Pengunjung Waspada
"Saya rancang sendiri, dari bahan-bahan yang tidak terpakai. Benda-benda tidak terpakai saya rakit," tutur Ucu yang punya hobi olahraga tenis ini.
Alat mesin pencipta bahan bakar tersebut tidak untuk produksi solar secara masif, hasil olahan bahan bakarnya tidak diperjual bebaskan, hanya digunakan untuk konsumsi sendiri.
Menurut Acu, adanya alat penyuling ini bisa membantu menekan produksi pengolahan pencacah sampah yang berbahan bakar solar.
Jadi katanya, untuk menggerakan mesin tidak perlu harus belanja bahan bakar secara besar-besaran, sebab solar bisa diproduksi sendiri, efisiensi bisa dicapai.
"Sampah plastiknya ada banyak di sini, bisa diolah jadi solar," tuturnya.
Membuat alat penyuling tersebut karena dilatarbelakangi oleh pekerjaan Ucu di bidang teknik mesin.
Baca juga: Kerap Angkut Sampah Plastik, Dinas PUPR Kaltim Ingatkan Warga tak Buang Sampah Sembarangan
Sebelum dirinya pensiun dan fokus ke bisnis pengolahan sampah plastik, Ucu bekerja di perusahaan perminyakan plat merah.
"Ditempatkan di bagian operator alat kilang. Sudah biasa berhadapan dengan mesin-mesin. Punya bekal, rancang dan buat sendiri ini alatnya sulingnya," kata Ucu, yang kini beranak dua.
Sampah jadi berkah, sampah bisa diolah jadi cuan yang menggiurkan. Inilah prinsip hidup yang dipegang oleh warga Balikpapan, Ucu Allpaeruzzabadi, dalam menggeluti usaha pengolahan sampah plastik di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Dirinya membuka bengkel pengolahan sampah di Jalan Projakal, Gg Blambangan No. 47 RT. 62, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
Bergelut dengan sampah plastik bukan seumuran jagung, saat itu Acu memulainya sekitar tahun 2010 dan hingga kini masih terus berlangsung, eksis sampai sekarang.
Dari tangan dingin Ucu itu, bengkelnya bisa mengolah sampah rata-rata capai 20 ton per bulan dengan pendapatan bersih sekitar Rp15 juta dengan berbendera CV. Duta Karya Alam.
Baca juga: Sampah Plastik Ancam Ekologi Samarinda, Wali Kota Andi Harun Tekankan Perubahan Budaya Masyarakat
"Modal awal yang saya keluarkan sampai ratusan juta rupiah, untuk alat-alatnya, lahan, tempat," tutur pria kelahiran Bogor, 9 Februari 1968 ini.
Sampah yang diolah adalah jenis plastik, seperti di antaranya, botol bekas minuman hingga perabotan plastik pecah.
"Ini bukan karena mau mengatasi persoalan sampah tetapi memang ada untungnya juga maka saya geluti ini, fokus, dibuat profesional, ada tenaga kerjanya," kata Ucu, yang tinggal di Kampung Timur Balikpapan ini.
Saat sampah plastik sudah banyak ditampung, Ucu pilah-pilah.
Bila cocok maka langkah berikutnya dicacah jadi biji-biji, atau hanya sekadar dibuat gepeng dalam bentuk lembaran.
Baca juga: Sejarah 21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional, Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif
Lalu dikirim ke Kota Surabaya untuk diolah lagi jadi benda lebih bernilai.
"Saya bisa mempekerjakan serap tenaga kerja. Bisa bayar pajak juga ke negara dari hasil usaha saya," kata Ucu, pria berkacamata ini.
Informasi yang diungkapkan ke TribunKaltim.co, disebutkan Ucu, pajak yang dibayar ke negara masuk kategori pajak jenis usaha dengan hitungan per bulan dirinya setor sekitar Rp 1,5 juta per bulan.
"Selain bisa bayar pajak, kadang, saya bisa juga berkesempatan berikan dana sosial ke warga di sekitar sini. Ini semua dari hasil pengolahan sampah ini," tutur Ucu.
(TribunKaltim.co/Budi Susilo)