TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Koalisi Pejalan Kaki meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi fasilitas publik yang dirasakan masyarakat.
Hal ini menyusul kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur yang sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak tapi tak tertangani.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan Pramono patutnya dapat turun langsung untuk melihat bagaimana kondisi fasilitas publik dan keluhan disampaikan masyarakat.
"Pak Gubernur ayo sesekali jalan kaki kita mau melihat fasilitas yang sekarang ada di DKI Jakarta begitu ya. Jangan hanya mendengar dari anak buahnya saja," kata Pramono, Jumat (3/4/2026).
Khususnya fasilitas publik yang berada di 'pinggiran' sebagaimana di Jakarta Timur, karena dibandingkan kawasan seperti Sudirman-Thamrin wilayah pinggiran kerap luput dari perhatian.
Menurut Koalisi Pejalan Kaki, bila Pramono hanya mendengar langsung permasalahan warga dari anak buahnya di jajaran Pemprov DKI maka kondisi disampaikan cenderung tak sesuai.
Sehingga Pramono diharapkan dapat turun langsung mengecek kondisi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat, dan memastikan jajarannya bekerja sesuai prosedur.
"Jadi kayak ABS (asal bapak senang) semua. Jadi kalau anak buahnya enggak sanggup ya seperti Dinas Bina Marga ya sudah, cari saja kepala dinas yang memang sanggup mengurusi," ujarnya.
Alfred menuturkan fasilitas publik untuk menunjang mobilitas pejalan kaki seperti JPO, zebra cross, pelican crossing patutnya mendapatkan perhatian serius dari Pemprov DKI Jakarta.
Terlebih bila Jakarta ingin benar-benar dianggap sebagai Kota Global, maka fasilitas publik yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki merupakan hal mutlak yang harus dijamin.
Pasalnya indikator menjadi Kota Global bukan hanya soal aspek ekonomi semata, tapi juga pemenuhan aspek aksesibilitas dan transportasi yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat.
"Jadi ketika bicara Global City, Liveable City (kota layak huni) ya sudah hilang labelnya Jakarta sebagai kota global. Kami menyayangkan ketika Pemprov DKI tidak menaruh perhatian serius," tuturnya.
Sebelumnya kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur dikeluhkan warga karena kondisinya rusak berat dan tak terawat.
Hampir seluruh anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, bahkan pada beberapa titik kondisi lantai tampak sangat ringkih sehingga pejalan kaki merasa waswas saat melintas di lokasi.
Sementara lampu yang terpasang pada JPO Terminal Kampung Rambutan pun tampak sudah rusak, atau tidak lagi berfungsi membantu penerangan bagi pejalan kaki saat malam hari.
Padahal JPO yang berada di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal.
Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang kondisinya rusak tersebut merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan berdasarkan informasi sementara JPO pada area AKDP itu rencananya dibongkar Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
"Info terakhir itu (JPO aset) milik Bina Marga, dan juga ada info mau di bongkar oleh BPAD," kata Revi.