TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Pemerintah pusat resmi merencanakan pembangunan jalan tol Kediri–Tulungagung sebagai lanjutan dari ruas Tol Kertosono–Kediri.
Proyek ini menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Timur, khususnya wilayah selatan.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tol Kediri–Tulungagung memiliki panjang mencapai 44,52 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp10,5 triliun.
Pembangunan tol ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal ini mengacu pada Perpres No. 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Selingkar Wilis, Jalur Lintas Selatan, serta kawasan Bromo–Tengger–Semeru.
Penetapan ini menegaskan pentingnya proyek tol Kediri–Tulungagung dalam mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.
Kehadiran tol ini diharapkan mampu membuka akses transportasi menuju kawasan selatan Jawa Timur yang selama ini relatif terbatas. Selain itu, proyek ini juga akan menunjang percepatan pengembangan Bandara Kediri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga sektor pariwisata diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan.
Baca juga: Jadwal Terbaru Liga Inggris 11-14 April 2026 Live SCTVMU, Chelsea vs Man City, Liverpool, Arsenal
Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung pembangunan tol ini.
Total lahan yang terdampak di wilayah Tulungagung mencapai 1.072.428,78 meter persegi. Hal ini menunjukkan skala besar proyek sekaligus pentingnya koordinasi dalam proses pembebasan lahan.
Lahan tersebut akan melewati 14 desa yang tersebar di 4 kecamatan.
1. Kecamatan Kauman
- Desa Batangsaren
- Desa Panggungrejo
- Desa Balerejo
2. Kecamatan Kedungwaru
- Desa Simo
3. Kecamatan Tulungagung
- Kelurahan Panggungrejo
- Kelurahan Kutoanyar
4. Kecamatan Karangrejo
- Desa Sukowidodo
- Desa Sembon
- Desa Sukowiyono
- Desa Bungur
- Desa Gedangan
- Desa Tulungrejo
- Desa Punjul
- Desa Sukodono
(tribunmataraman.com/ David Yohanes)