Renungan Jumat Agung Markus 15:13-14, Yesus Mati Tersalib Karena Kita
Alpen Martinus April 03, 2026 09:32 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca Alkitab adalah proses untuk memberi makan tubuh rohani kita.

Banyak hal yang kita bisa pelajari dari Alkitab.

Setelah membaca, kita harus merenungkan Firman Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Matius 6: 12, Ampunilah

Berikut renungan harian Kristen berjudul Yesus Mati Tersalib Karena Kita.

Bacaan Alkitab dalam Markus 15:13-14.

Hari ini, seluruh umat Kristen di seluruh dunia memperingati Hari Jumat Agung. Inilah hari peringatan puncak penderitaan dan kesengsaraan Yesus Kristus, yang mati tergantung di atas Kayu Salib.

Setelah melewati Jalan Salib yang mengerikan dan ditandai dengan tindakan brutal dan beringas orang banyak, Yesus Kristus berulang kali jatuh tersungkur ke tanah. 

Beberapa kali Salib jatuh menimpa tubuh-Nta sampai akhirnya Dia sudah tak mampu lagi memanggul atau memikul Salib-Nya, dan terpaksa digantikan oleh Simon dari Kirene,  ayah Aleksander dan Rufus yang baru saja tiba dari luar kota.

Sebelum menjalani Viadolorosa (Jalan Sengsara), Yesus sebenarnya sudah kelelahan.

Sejak sehari sebelumnya, Dia tidak istirahat. 

Kemudian berdoa di taman Getsemani dan ditangkap. 

Setelah ditangkap, Dia dibawa kepada Hanas, mertua imam besar Kayafas. 

Selanjutnya dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. 

Dari situ mereka seret Dia kepada Pilatus. Pilatus menyuruh membawa Dia kepada Herodes. 

Setelah Herodes memeriksa bahwa Yesus tidak bersalah, Dia diseret sambil tangan-Nya terikat kepada Pilatus. 

Di sanalah Dia mulai mengalami penyiksaan. 

Kalau sebelumnya Dia dihina, dicela, diolok-olok, diludahi, ditinjau dan dipukul, kali ini sebelum melakukan Jalan Salib dengan diringi pukulan cambuk flagrum yang berdiri tajam, penyiksaan dimulai dengan membuka jubah-nya, kemudian dipasangkan mahkota duri yang tertancap masuk menusuk kepala-Nya hingga mengeluarkan banyak darah.

Perlakuan kepada Yesus sangat tidak manusiawi, hak hidup-Nya dicabut. 

Sekali hantaman cambuk flagrum di tubuh-Nya, pasti tertancam masuk ke daging, sehingga ketika ditarik, maka daging hingga tulang terluka. 

Luka-luka itu sangat banyak yang membuat darah sangat banyak mengucur dari tubuh-Nya.

Sejak sehari sebelumnya, jangankan makan, minum pun tidak.

Jadi dapat dibayangkan bagaimana menderita-Nya Yesus ketika divonis secara tidak adil dan melanggar hak-hak kemanusiaan-Nya, disalib dan di bunuh. 

Orang-orang berteriak, Dia harus mati, Dia harus disalibkan. 

Semua karena dengki dan iri hati para imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi kepada Yesus. 

Padahal, sungguh Yesus adalah benar. 

Tidak bersalah sama sekali.

Tetapi, Dia harus menerima kenyataan, tersiksa berat, mati tergantung di atas Kayu Salib, di tempat tengkorak, bukit Kalvari atau Golgota.

Salib adalah lambang kehinaan.

Yesus menanggung semuanya tanpa perlawanan. 

Padahal, Dia bisa saja terbebas dari penderitaan itu, karena Dia Tuhan. 

Tetapi, Yesus memilih bersedia didera, disiksa dan dibunuh dengan kejam dan keji, tergantung bersama para penjahat. 

Kebenaran-Nya ditukar dengan kejahatan Barnabas yang lebih mereka pilih untuk dibebaskan dari pada Yesus.

Oleh desakan dan hasutan para tua-tua itu, Yesus mati digantung di Kayu Salib.

Tangan dan kaki-Nya dipaku. Kemudian Dia tergantung menahan beban dalam keadaan terpaku. 

Coba bayangkan saja kalau tangan kita tertusuk paku. 

Yesus, hidup-hidup secara sengaja dipaku dan digantung di Kayu Salib. Dia ditombak sampai berdarah. 

Sungguh penderitaan yang tak terkira ditanggung Orang Benar, Yesus Kristus Tuhan kita. 

Hari ini kita peringati kematian-Nya dalam Jumat Agung. 

Yesus disalib, untuk menebus dosa kita, agar kita diselamatkan. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!"

Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!" (ay 13-14)

Sahabat Kristus, di hari Jumat Agung dan kudus ini, kita bukan sekedar memperingati penderitaan, kesengsaraan dan kematian Kristus.

Tetapi kita harus menghayati dalam hidup kita dengan sedia menderita, memikul Salib mengiring Kristus.

 Jangan menyalibkan Kristus lagi dalam kehidupan kita.

Hayatilah Jumat Agung dengan terus hidup setia dan taat kepada Tuhan, serta melakukan segala kehendak-Nya untuk menyenangkan hati Tuhan.

Kita sudah ditebus dan diselamatkan oleh Kristus, maka jangan berbuat dosa lagi dalam bentuk apapun.

Bertobatlah dan hiduplah takut akan Tuhan, taat beribadah, tekun berdoa dan rajin membaca firman. 

Karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi dan berkorban segalanya untuk kita. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.