Kemenko PM Pastikan Proyek Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo Sesuai Target, Progres Lampaui Rencana
Glery Lazuardi April 03, 2026 06:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memastikan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo tetap berjalan sesuai target, meski di lapangan terdapat sejumlah kendala teknis.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, turun langsung melakukan monitoring dan koordinasi pembangunan.

Monitoring ini dilakukan bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek strategis ini dapat rampung tepat waktu, yakni pada Juni 2026, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan belajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Pembangunan ini harus selesai sesuai target agar dapat segera dimanfaatkan oleh para santri, sebagaimana arahan Menko Pemberdayaan Masyarakat saat groundbreaking,” ujar Abdul Haris di sela peninjauan, dikutip Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan fisik telah mencapai 22,35 persen. 

Angka ini melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 20,33 persen hingga akhir Maret 2026.

Meski demikian, pihak pelaksana proyek dari Waskita Karya mengungkap adanya potensi keterlambatan. 

Hal ini disebabkan proses pemasangan tiang pancang yang harus dilakukan secara ekstra hati-hati agar tidak berdampak pada bangunan di sekitar lokasi.

Di sisi lain, pihak Pondok Pesantren Al Khoziny juga mengusulkan pemenuhan sarana pendukung pembelajaran setelah pembangunan rampung.

Baca juga: Cak Imin Fasilitasi Dua Santri Korban Ponpes Al Khoziny Berlibur di Jakarta

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Kementerian Agama menyatakan akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan yang diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum turut meminta dukungan Kemenko PM untuk mempercepat proses tindak lanjut usulan anggaran pembangunan tahun 2026 yang telah diajukan ke Kementerian Sekretariat Negara.

Abdul Haris menegaskan, pihaknya akan terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pembangunan Ponpes Al Khoziny berjalan sesuai rencana.

“Kami akan terus mengawal dan mengoordinasikan agar seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai target,” tandas dia.

Diketahui, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur kini telah resmi dibangun ulang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 125,3 miliar. Pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny Sidoarjo telah dimulai dengan ditandari prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Kamis (11/12/2025).

Wajah Ponpes Al Khoziny yang baru akan berdiri di atas lahan seluas 4.100 meter persegi berbentuk memanjang di Jalan Raya Siwalan Panji II, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Total nilai pagu atau dana yang digunakan melalui APBN senilai Rp 125.314.778.000,00 itu dikerjakan selama 210 hari dan masa pembersihan 180 hari.

“Iya APBN semua, ada di situ tadi (Rp 125 miliar),” kata Muhaimin Iskandar, dikutip Kamis (11/12/2025).  Sementara itu, pengerjaan langsung ditangani pekerja dan kontraktor dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca juga: Bangunan Ambruk di Ponpes Al Khoziny Segera Dibangun Lagi di Tempat Baru, Dibiayai APBN

Dari informasi yang dihimpun, bangunan baru Pesantren Al Khoziny terdiri dari 5 lantai asrama dan tempat pendidikan. Kemudian untuk masjid 4 lantai. Semua kebutuhan dokumen untuk rekonstruksi telah selesai termasuk kepengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Ini sudah langsung ditangani Kementerian PU,” kata Muhaimin singkat. Mantan Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny merupakan bagian dari hasil audit bangunan pesantren di sembilan provinsi.

"Ini momentum untuk bersama-sama mengingatkan perlunya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan khususnya pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan manapun. Mari bersama-sama untuk melakukan audit dan evaluasi atas prasarana dan sarana siswa, santri, dan anak didik semuanya,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.