Potensi Daniel Marthin Masuk Skuad Thomas Cup 2026, Butuh Tukang Gebuk Lewat Duet Dadakan
Dwi Setiawan April 03, 2026 06:17 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pengumuman PBSI terkait Daniel Marthin akan kembali beraksi setelah menepi karena cedera jadi sebuah kabar menggembirakan, Jumat (3/4/2026).

Setelah hampir satu tahun menepi dari hiruk pikuk BWF World Tour akibat cedera lutut parah yang membekapnya di Sudirman Cup 2025, Daniel menatap laga comebacknya tahun 2026.

Menariknya, kembalinya Daniel tidak sebagai eksperimen baru. Ia akan bersanding dengan partner lamanya, Leo Carnando.

Saat Daniel bergelut dengan proses pemulihan yang menjemukan, rekannya terdahulu, Shohibul Fikri, telah menemukan ritme baru bersama Fajar Alfian.

Bahkan duet dadakan tersebut telah menyabet gelar China Open 2025. Hasil itu membuat PBSI ingin mematenkannya Fajar/Fikri sebagai proyeksi Olimpiade Los Angeles 2028,

Oleh karena itu ketika Daniel kembali setelah cedera, ternyata ia tidak jadi bahan eksperimen baru PBSI, namun bersanding lagi dengan Leo.

Menariknya dari kembalinya, Daniel Marthin cukup menarik dibedah soal kelayakannya tembus skuad Thomas Cup 2026.

lihat foto
LEO/DANIEL - Pebulu tangkis Ganda Putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mengembalikan kok kearah pebulu tangkis Malaysia Aaron Chia dan Soh Wooi Yik pada babak 16 besar Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022). Pada pertandingan tersebut Leo Rolly dan Daniel Marthin kalah dengan skor 25-27 dan 14-21. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Urgensi Tukang Gebuk

Indonesia saat ini memang memiliki ganda putra papan atas dalam diri Fajar/Fikri. Namun, secara tipikal, keduanya adalah penguasa area depan net.

Skuad Merah Putih kekurangan sosok pelapis yang memiliki tenaga besar di garis belakang untuk menghujamkan smes-smes mematikan.

Memang ada Sabar/Reza yang punya power mumpuni, tetapi status independen mereka kerap menjadi ganjalan birokrasi masuk skuad.

Ada pula pasangan muda Raymond/Joaquin yang potensial, serta Leo/Bagas yang baru saja menjuarai Thailand Masters 2026.

Baca juga: Comeback Latihan di BAM, Lee Zii Jia Dapat Sambutan Spesial Jelang Thomas Cup 2026

Namun, gelar di level Super 300 tersebut belum cukup untuk membuktikan mentalitas mereka di panggung sekelas Thomas Cup.

Di sinilah nama Daniel Marthin menyeruak sebagai kandidat berkat kemampuannya untuk jadi senjata tukang gebuk ganda putra.

Pengalaman Daniel Jadi Partner Dadakan

Sejarah mencatat bahwa Thomas Cup sering kali menjadi arena perjudian taktik melalui pasangan dadakan.

Strategi ini digunakan untuk mengecoh analisis lawan yang sudah terlalu akrab dengan pola pasangan tetap.

Bukti nyata pernah dialami Kevin Sanjaya ketika dipasangkan dengan Mohammad Ahsan pada edisi 2022, atau duet dadakan Tiwi/Fadia yang sempat merepotkan tembok pertahanan Korea Selatan di Sudirman Cup 2025.

Daniel Marthin bukan orang baru dalam stratego ini. Pada Thomas Cup 2020, ia pernah berjuang dengan Kevin Sanjaya.

lihat foto
KEVIN/AHSAN - Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo berpelukan usai mengalahkan pasangan pebulu tangkis Jepang, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi dalam babak semifinal Piala Thomas (Thomas Cup) 2022 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (13/5/2022). (Foto Arsip Mei 2022). AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA

Bahkan racikan tersebut masuk dalam peran penting membawa trofi Thomas kembali ke Indonesia setelah penantian dua dekade.

Pengalaman mental dan fleksibilitas Daniel untuk dipasangkan dengan siapa pun adalah aset.

Jika kondisi fisik Daniel benar-benar telah pulih 100 persen, kehadirannya sangat dibutuhkan.

Daniel bisa dikatakan kartu as dalam kuad Thomas Cup Indonesia yang mungkin memang membutuhkan kembali ledakan smes.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.