Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Polres Metro Bekasi mengerahkan sebanyak 560 personel dalam rangka pengamanan rangkaian ibadah Paskah di sejumlah gereja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan pengamanan telah dilakukan sejak Kamis (2/4/2026) malam hingga hari ini Jumat (3/4/2026).
Salah satunya pengamanan dilakukan di Gereja Paroki Ibu Teresa di Cikarang Selatan.
Dari pantauan di lapangan, Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni bersama Kesbangpol Kabupaten Bekasi mengunjungi lokasi gereja tersebut.
Kapolres menyapa jemaat dan memberikan sambutan sebelum pelaksanaan ibadah dimulai.
Personel kepolisian tampak berjaga di pintu masuk gereja, sekaligus melakukan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan kendaraan tetap dapat melintas lancar selama ibadah berlangsung.
Baca juga: Ribuan Jemaat Khidmat Ikuti Misa Jumat Agung di Gereja Ibu Teresa Cikarang
Selain penjagaan statis, aparat juga melaksanakan patroli di sejumlah titik untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah bahu-membahu melakukan kegiatan pengamanan rangkaian pelaksanaan ibadah sejak Kamis hingga Minggu.
“Hari ini Polres Metro Bekasi bersama seluruh elemen terkait dari pemerintah daerah, TNI, kami juga bahu-membahu untuk melakukan kegiatan pengamanan serangkaian pelaksanaan Jumat Agung dari Kamis kemarin, kemudian nanti pada hari Minggu Paskah,” kata Sumarni di Gereja Paroki Ibu Teresa Cikarang, Jumat (3/4/2026).
Ia menyebutkan, sebanyak 560 personel diterjunkan untuk menjaga 119 titik gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah.
Hari ini dia berpatroli mengunjungi sejumlah gereja guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah.
“Personel kami sebanyak 560 personel untuk menjaga di sejumlah 119 titik gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah sejak hari Kamis, hari Jumat, Sabtu, sampai dengan Minggu,” ujarnya.
Selain melakukan pengamanan, pihak kepolisian juga menyapa para jemaat dan menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung.
“Kami menyampaikan agar jemaat dan masyarakat bisa menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Apabila ada persoalan bisa diselesaikan dengan cara musyawarah kekeluargaan, dan apabila memerlukan bantuan polisi silakan menghubungi layanan 110 termasuk nomor call center kami,” katanya.
Sumarni menambahkan, pihaknya juga melakukan dialog dengan jemaat untuk memastikan mereka mengetahui layanan kepolisian.
“Kami berdialog dengan jemaat, tahu tidak call center Polri dan nomor CLBK ketika masyarakat menghadapi masalah di lingkungan. Alhamdulillah tadi tahu," ujarnya.
Sementara itu, Romo Robertus Guntur Dewantoro dari Gereja Paroki Ibu Teresa Cikarang menjelaskan bahwa rangkaian Trihari Suci telah dimulai sejak Pekan Suci, yakni dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah.
“Trihari Suci ini sebenarnya sudah dimulai dari Pekan Suci, dari Minggu Palma sampai Minggu Paskah. Rangkaian dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan jemaat yang cukup banyak telah diatur oleh panitia dengan baik melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Semua sudah diatur oleh panitia, bekerja sama dengan tim parkir dan polisi, sehingga dari umat masuk sampai keluar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, perayaan tahun ini menjadi momen pertama umat merayakan Trihari Suci di gedung gereja yang baru selesai dibangun.
“Ini menjadi momen pertama umat merayakan di gereja yang baru, sehingga umat sangat antusias dan bersyukur,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa makna Paskah adalah kebangkitan yang membawa harapan dan perdamaian bagi semua.
“Momen Paskah adalah Yesus yang bangkit menjadi juru damai, membawa harapan bagi umat Kristiani, tidak hanya bagi umat Kristiani tetapi bagi seluruh umat beriman. Kami dipanggil untuk membawa harapan dan perdamaian di tengah masyarakat,” tandasnya. (MAZ)