- Jembatan terbesar di Iran, yang terletak di dekat Teheran, runtuh akibat serangan udara Amerika Serikat.
Merespons serangan itu, Iran bersumpah akan melakukan serangan balasan.
Presiden AS Donald Trump turut mengunggah kehancuran jembatan tersebut pada Kamis (2/4/2026).
Dalam unggahan video itu, Trump mengancam Iran agar segera mencapai kesepakatan sebelum ketegangan meningkat lebih lanjut.
Menurutnya, militer Pentagon akan menargetkan lebih banyak infrastruktur publik Teheran.
"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi — masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK AKAN ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA HEBAT!" kata Trump dalam unggahan di Truth Social.
Televisi pemerintah Iran dilaporkan memperingatkan adanya potensi pembalasan.
Mereka mengklaim militer Iran telah mengidentifikasi sejumlah jembatan di negara-negara Timur Tengah yang bersekutu dengan AS sebagai target.
Target yang telah diidentifikasi mulai dari infrastruktur di Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Abu Dhabi, serta wilayah Yordania-Tepi Barat.
Iran disebut tengah mempertimbangkan rencana untuk membangun kembali jembatan tersebut.
Pembangunan rencananya akan melibatkan para insinyur dan ahli.
Selain menargetkan infrastruktur sekutu AS, Iran juga akan menargetkan industri Pentagon sendiri.
Mulai dari industri baja AS di Abu Dhabi, industri aluminium di Bahrain dan pabrik senjata Rafael milik rezim Zionis.
https://english.alarabiya.net/News/middle-east/2026/04/03/iran-vows-crushing-attacks-as-strikes-hit-regional-infrastructure