TRIBUNDEPOK-Iran buka suara usai jembatan termegahnya yang tengah dibangun dihantam oleh serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Kamis (2/4/2026).
Jembatan terbesar di Iran, yang terletak di dekat Teheran, runtuh akibat serangan udara Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump turut mengunggah kehancuran jembatan tersebut pada Kamis (2/4/2026).
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengancam Iran agar segera mencapai kesepakatan sebelum ketegangan meningkat lebih lanjut.
Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi — masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT," kata Trump dalam unggahannya.
Baca juga: Donald Trump Dikritik Habiskan Duit Negara Buat Perang Ketimbang Urus Orang Miskin AS
Serangan ini dilakukan selang sehari dari pernyataan Donald Trump yang menyebut akan membuat Iran kembali ke zaman batu.
Terkait hal ini pemerintah Iran pun buka suara.
Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi sambil mengunggah foto jembatan yang terputus membuat pernyataan.
Araghchi menyebut bahwa serangan AS tersebut tidak membuat Iran takut.
Sebaliknya, serangan random AS ke infrastruktur Iran itu sebagai tanda bahwa negara paman sam tersebut mulai kehilangan arah dalam berperang.
Jembatan itu kata Araghchi lagi pula belum selesai dibangun oleh pemerintah.
"Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa Iran untuk menyerah,"
"Hal itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau," jelasnya di X pada Kamis (2/4/2026).
Araghchi menjelaskan bahwa hal mudah bagi Iran untuk membangun ulang jembatan tersebut.
Namun kerusakan reputasi AS akan kekalahan di Timur Tengah tidak akan dikenang oleh sejarah.
"Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika," tulis Araghchi.
Adapun jembatan yang dihantam oleh serangan udara AS disebut sebagai Jembatan B1 yang terletak di Karaj, Iran.
Jembatan jalan raya tersebut merupakan penghubung antara ibu kota Iran, Teheran, dengan kota Karaj di bagian barat.
Jembatan B1 ini dianggap sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah yang baru saja diresmikan pada awal tahun ini.