Kabupaten Batang Masuk Peta Proyek Giant Sea Wall, Prioritas Lindungi Pesisir dari Abrasi
Rustam Aji April 03, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Kabupaten Batang dipastikan masuk dalam skema besar pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah.

Langkah ini diambil sebagai upaya jangka panjang pemerintah untuk menanggulangi ancaman banjir rob dan abrasi yang kian mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Anggota DPR RI Komisi VI Dapil X Jateng, Rizal Bawazier, mengungkapkan bahwa wilayah Batang kini telah menjadi bagian dari prioritas penguatan perlindungan pantai nasional.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan kunjungan di Masjid At Tanwir, Kabupaten Batang, Jumat (3/4/2026).

"Wilayah Kabupaten Batang sudah masuk dalam rencana. Pembangunan memang dilakukan bertahap, dan untuk Jawa Tengah, wilayah Batang Barat menjadi salah satu perhatian utama karena dampak abrasinya yang cukup parah," ujar Rizal kepada Tribunjateng.

Batang Barat Jadi Titik Prioritas

Rizal menjelaskan bahwa meskipun tahap awal pembangunan difokuskan pada area Semarang, Demak, dan Kendal, usulan perluasan telah diajukan mencakup wilayah Ulujami (Pemalang) hingga masuk ke Batang Barat.

Menurutnya, kondisi pesisir di bagian barat Batang memerlukan penanganan segera dibandingkan wilayah timur.

Baca juga: Pabrik Bioetanol Akan Dibangun di Blora: Daerah dari Lumbung Jagung ke Energi Nasional

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perluasan proyek hingga ke Batang Timur jika hasil evaluasi menunjukkan tingkat kerusakan yang setara di masa depan.

"Prinsipnya, titik yang paling parah diprioritaskan dulu. Kalau nanti memang harus diperpanjang sampai Batang Timur, akan dilihat seberapa urgen kebutuhannya," jelasnya.

Mega Proyek 274 Kilometer

Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah ini direncanakan membentang sepanjang 274,7 kilometer.

Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi salah satu tanggul laut terpanjang di Pulau Jawa, yang mengintegrasikan penanganan banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), serta dampak perubahan iklim.

Setelah penyelesaian tahap awal di kawasan Kendal-Semarang-Demak sepanjang 33,5 kilometer, proyek akan berlanjut menyisir wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, hingga Pekalongan sepanjang 105 kilometer yang nantinya akan tersambung dengan wilayah pesisir Batang.

Baca juga: Intelijen AS Ungkap 50 Persen Rudal Iran Masih Utuh meski Digempur:Ribuan Drone Kamikaze Siap Tempur

Kendala Anggaran dan Efisiensi

Meski secara perencanaan sudah matang, Rizal mengakui bahwa realisasi fisik proyek ini masih terkendala kepastian waktu. Besarnya anggaran yang dibutuhkan menjadi tantangan utama di tengah kebijakan efisiensi ekonomi nasional saat ini.

"Ini adalah proyek besar dan merupakan janji pemerintah. Kami di DPR akan terus mengawasi dan mendorong percepatannya, namun kita juga harus realistis dengan kondisi anggaran yang sedang diefisiensikan," ungkap Rizal.

Masuknya Batang dalam peta pembangunan ini membawa harapan baru bagi warga pesisir.

Keberadaan tanggul laut raksasa diharapkan tidak hanya melindungi pemukiman dari rendaman rob, tetapi juga mengamankan aset ekonomi warga, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata pantai yang selama ini terancam oleh gerusan air laut. (ito)

Baca juga: Curhat Juru Parkir Alfamart Purwokerto:Khawatir Menganggur Jika Parkir Digratiskan Seperti Indomaret

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.