WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Bau menyengat dan pemandangan tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, perlahan mulai teratasi.
Sejak Jumat (3/4/2026), alat berat pengeruk tampak sibuk memindahkan limbah pasar ke barisan truk yang siap meluncur menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi para pedagang dan pengunjung yang selama hampir satu bulan terakhir harus beraktivitas di tengah kepungan sampah.
Baca juga: Perumda Pasar Jaya Gunakan 33 Truk untuk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan yang sebelumnya meluap kini mulai menunjukkan tanda-tanda berkurang seiring dengan intensifnya pengangkutan.
Darurat Sampah Akibat Kendala Teknis
Krisis sampah ini bukan tanpa sebab.
Perumda Pasar Jaya mencatat adanya kendala teknis pada penyediaan armada angkut yang terjadi sejak 9 Maret 2026.
Akibatnya, sampah menumpuk hingga mencapai angka fantastis: 6.970 ton, atau setara dengan muatan 410 truk.
"Ada 10 truk yang dikerahkan setiap harinya untuk mengangkut sampah ini ke Bantar Gebang," ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.
Meski proses pengangkutan dilakukan secara bertahap, kehadiran alat berat di titik penumpukan memberikan harapan bahwa operasional pasar akan kembali normal dalam waktu dekat.
Baca juga: Demi Obat Sesak Napas, Pemulung Pungut Pare di Tumpukan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur
Kolaborasi Demi Kenyamanan Publik
Kepala Divisi Humas Perumda Pasar Jaya, Imam, menegaskan bahwa penanganan ini merupakan hasil koordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta.
Langkah percepatan ini diambil demi menjaga kelancaran distribusi logistik pangan di pasar induk terbesar di Jakarta tersebut.
"Kami saling bahu-membahu menyelesaikan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati demi kenyamanan pedagang dan pengunjung," jelas Imam.
Bagi para pedagang, bersihnya area pasar bukan sekadar urusan estetika, melainkan menyangkut higienitas komoditas yang mereka jual.
Dengan target penyelesaian ratusan rit truk sampah, pengelola berkomitmen memastikan Pasar Induk Kramat Jati tidak lagi menjadi "sarang" limbah yang mengganggu kesehatan lingkungan.