TRIBUNJAKARTA.COM - Video seorang anggota kepolisian yang disebut dimutasi saat tengah menangani kasus perkara korupsi belakangan viral di media sosial.
Dalam tayangan video yang beredar, polisi itu didampingi sang anak berjalan keluar dari lobi kantor Polda Sulawesi Selatan.
Ia kemudian berdiri sembari memberi hormat ke arah bendera merah putih yang berkibar di depan kantor Polda.
Setelah memberi hormat, polisi tersebut bersujud.
Diketahui, polisi itu bernama Vicky Aristo Katiandagho, yang sebelumnya bertugas di Polda Sulawesi Utara.
Dalam sejumlah unggahan, Vicky disebut mengakhiri pengabdiannya di institusi Polri setelah sempat dipindahkan dari jabatannya.
Lantas, seperti apa pengakuan sang polisi terkait keputusannya mundur dari jabatannya?
Kepada Kompas.com, Vicky membenarkan bahwa dirinya sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa.
Ia bertugas menangani berbagai perkara, termasuk kasus tindak pidana korupsi yang menyita perhatian publik.
"Saya sedang menangani perkara yang mengundang atensi publik, yakni kasus korupsi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, kasus yang ditangani berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan, yang merupakan program pemerintah daerah pada tahun 2020.
Penyelidikan perkara tersebut telah dimulai sejak Januari 2021.
Namun, proses hukum berjalan cukup lama hingga akhirnya status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024, setelah melalui gelar perkara di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Utara.
Dalam prosesnya, Vicky mengaku telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai dokumen sebagai alat bukti.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Sulawesi Utara untuk menghitung potensi kerugian negara.
Meski demikian, di tengah proses penyidikan yang masih berjalan, Vicky mengaku tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud.
"Pada saat penyidikan masih berjalan, tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya, saya dimutasi," katanya.
Terkait pengunduran dirinya dari institusi Polri, Vicky mengaku telah mengajukan sejak Juni 2025, namun baru disetujui belakangan ini.
Ia enggan merinci alasan mundurnya, namun mengisyaratkan bahwa mutasi tersebut menjadi salah satu faktor.
"Itu salah satu alasannya," ujarnya singkat.
Kini, Vicky memilih menjalani aktivitas baru di luar institusi kepolisian.
Ia mengaku tengah menikmati kesehariannya dengan berjualan kopi.
"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya sambil tertawa.
Menutup pernyataannya, Vicky menyampaikan pesan singkat yang mencerminkan dedikasinya selama bertugas.
"Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara," ucapnya.
Sementara itu, pihak Polda Sulawesi Utara melalui Kabid Humas belum memberikan keterangan resmi terkait video viral maupun pengakuan yang disampaikan oleh Vicky.
Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan mutasi tersebut.