Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Sosok pemeran Bunda Maria, Ibu Yesus Kristus dalam Jalan Salib Hidup di Labuan Bajo, Manggarai Barat membuat umat penasaran.
Ekspresinya yang penuh keibuan, terpancar dari setiap tangis haru ketika menyaksikan Yesus yang disiksa dengan keji. Pada tiap perhentian, air matanya selalu mengalir.
Dia adalah Chintya Andreani. Seorang karyawan di salah satu resort di Labuan Bajo.
Ia masuk di dalam kelompok Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral Roh Kudus, Labuan Bajo. Ia mengatakan mempersiapkan diri selama dua Minggu.
Baca juga: Jalan Salib Hidup Teguhkan Iman Orang Muda Katolik di Labuan Bajo Manggarai Barat
"Perasaan saya saat saya memerankan Bunda Maria ini, awalnya saya gugup antara bisa dan tidak menghayati sebagai Bunda Yesus," ungkap Chintya.
Namun, setelah meyakini diri bisa berperan sebagai Bunda Maria, Chyntia benar-benar exicited, bangga bisa berperan sebagai Bunda Maria.
Secara pribadi, dirinya memaknai Jumat Agung sebagai kisah sengsara Yesus Kristus. Ia dapat melihat bagaimna Yesus berkorban untuk menebus dosa-dosanya umat Manusia.
Chyntia mengaku menangis saat melihat Yesus yang disalibkan. Karena merasa sedih ketika dalam keadaan sengsara, Yesus masih bisa bertahan.
"Saat itu saya menangis, saya merasa bagaimna perasaan seorang ibu saat melihat anak sendiri sengsara dan mati di kayu Salib," tutup Chintya. (moa)