Mengungkap Benteng Tersembunyi Iran di Selat Hormuz, Pusat Radar hingga Gudang Rudal
Arie Setyaga Handika April 03, 2026 09:42 PM

- Selat Hormuz menjadi aset paling berharga milik Iran sekaligus jalur pelayaran vital yang kini menjadi alat tawar kuat dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Laporan Wall Street Journal pada Rabu (1/4/2026) mengungkap strategi "Kapal Induk" Teheran, di mana 19 pulau kecil di sepanjang selat diubah menjadi benteng militer permanen. Infrastruktur ini mencakup sistem radar, landasan pacu, hingga gudang rudal bawah tanah.

Pulau Larak dan Qeshm menjadi tulang punggung pertahanan sebagai pusat intelijen dan pangkalan rudal raksasa. Sementara itu, Pulau Greater Tunb dan Lesser Tunb berfungsi sebagai "mata" untuk memantau jalur pelayaran sempit yang hanya berjarak 3 kilometer.

Iran menegaskan bahwa hanya kapal dari negara sahabat seperti Rusia, China, dan Irak yang diizinkan melintas secara bebas. Saat ini, Teheran bahkan tengah mematangkan rencana penerapan tarif tol Selat Hormuz senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 34 miliar per kapal.

Langkah ini berdampak langsung pada distribusi 20 persen minyak dunia, yang diperkirakan akan memicu kenaikan harga BBM global di tengah ketegangan Timur Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.