Jembatan Besi Bersejarah di Cirebon Kini Tinggal Kenangan, Dibongkar Sisakan Rangka
Seli Andina Miranti April 03, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jejak sejarah panjang Kota Cirebon perlahan seolah terhapus.

Jembatan besi kuno peninggalan masa Kolonial Belanda di kawasan Sungai Sukalila, Jalan Sisingamangaraja, itu kini dibongkar, menyisakan potongan rangka baja dan kekhawatiran akan hilangnya warisan masa lalu.

Jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Kalibaru itu bukan sekadar penghubung di atas aliran sungai.

Ia pernah menjadi bagian penting jalur distribusi logistik kereta api pada zamannya, menghubungkan kawasan Kesenden hingga Pelabuhan Cirebon.

Baca juga: Miris, Masjid Bersejarah di Wanantara Cirebon Nyaris Gantung di Bibir Sungai karena Banjir Bandang

Pantauan di lokasi, pembongkaran jembatan yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad tersebut masih dan sudah dilakukan beberapa hari.

Struktur besi terlihat dipotong-potong menggunakan alat las, sementara para pekerja beraktivitas di atas rangka baja yang melintang di saluran air.

Sejumlah pekerja tampak mengenakan helm dan rompi keselamatan.

Mereka berdiri dan berjalan hati-hati di atas papan kayu serta bambu yang dijadikan titian darurat.

Kabel baja dan alat penarik juga terlihat digunakan untuk menggeser dan menahan struktur logam yang tengah dibongkar.

Di sisi lain, lalu lintas kendaraan tetap berjalan di dekat lokasi proyek, menciptakan kontras antara aktivitas pembangunan dan sisa-sisa infrastruktur masa lalu yang perlahan hilang.

Pembongkaran jembatan bersejarah ini pun menuai sorotan dari pemerhati cagar budaya Keraton Kacirebonan, Elang Iyan Ariffudin.

Ia menyayangkan keputusan pembongkaran tersebut, karena dinilai mengabaikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Kami pada dasarnya mendukung upaya dalam menata kawasan Sukalila agar lebih baik. Namun sangat disayangkan jika jembatan bersejarah ini harus dibongkar,” ujar Elang Iyan saat diwawancarai, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, jembatan itu merupakan salah satu aset penting peninggalan kolonial yang seharusnya dapat dilestarikan, bukan dihilangkan.

Baca juga: Jembatan Cijurey Majalengka Ambruk, Dedi Mulyadi Instruksikan DBMPR Jabar Ambil Alih Perbaikan

“Padahal jika direvitalisasi dan dilengkapi papan informasi, bisa menjadi sumber edukasi bagi generasi muda,” ucapnya.

Elang Iyan menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memiliki nilai fisik, tetapi juga menyimpan jejak sejarah perkembangan transportasi dan distribusi komoditas di Cirebon pada masa lalu.

Jalur tersebut, kata dia, dahulu menjadi penghubung vital dari wilayah Kesenden menuju Pelabuhan Cirebon.

Dengan kondisi jembatan yang kini telah terpotong-potong, ia khawatir jejak sejarah itu akan hilang sepenuhnya.

“Generasi mendatang terancam tidak lagi dapat melihat langsung salah satu bukti perkembangan infrastruktur transportasi era kolonial di Kota Cirebon,” jelas dia.

Ia juga memaparkan, kawasan tersebut memiliki rekam jejak sejarah panjang.

Pakootookan tercatat sebagai sub-division nomor urut 101 dalam administrasi kolonial Inggris pada 1815–1816.

Sementara Jalan Pekutukan pada awal abad ke-20 menjadi jalur penting yang menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari permukiman warga, pabrik gas (Gaspabriek), rumah sakit pribumi yang kini menjadi Polres Cirebon Kota, hingga pasar ikan (Vischpasar) dan galangan kapal (Scheepstimmerwerf).

Di ujung selatan jalur tersebut terdapat jembatan Kalianyar yang menjadi penghubung penting, termasuk untuk jalur rel kereta api menuju stasiun dan pelabuhan.

Kini, Jalan Pekutukan telah berganti nama menjadi Jalan Kapten Samadikun, mengabadikan nama pahlawan yang gugur dalam pertempuran laut mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia.

Baca juga: Bukan Warga Sekitar, Penyapu Koin Jembatan Sewo Ternyata Diimpor dari Losarang, 30 KM dari TKP

Pembongkaran Jembatan Kalibaru pun menjadi dilema antara kebutuhan pembangunan dan pelestarian warisan sejarah.

Di satu sisi, penataan kawasan dianggap penting, namun di sisi lain, identitas sejarah kota berisiko hilang tanpa jejak.

Perdebatan ini kini terus bergulir di tengah masyarakat, seiring hilangnya satu per satu peninggalan masa lalu yang seharusnya bisa menjadi saksi perjalanan panjang Cirebon.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.